← Beranda
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini Langkah Pertama saat Menghadapi Hujan Abu Vulkanik
Shania Vivi Armylia PutriMinggu, 6 September 2026 | 20.19 WIB
Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi berulang sejak Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) dini hari di kawasan Selat Sunda. (Instagram: @tangsel_kampungparakan)

JawaPos.com-Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di kawasan perairan selat sunda.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui akun resmi @badan.geologi status siaga level III gunung anak krakatau terjadi sejak tanggal 2 Juli 2026.

Kemudian, pada tanggal 5 September 2026 Gunung api anak Krakatau mengalami erupsi secara beruntun yang disertai suara gemuruh. 

Warganet juga merasakan aktivitas gunung api anak krakatau melalui laporan suara dentuman dan getaran di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Banten, dan Lambung pada waktu yang berdekatan.

Aktivitas erupsi Gunung Api Anak Krakatau tersebut menyebabkan abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah sekitaran Jakarta.

Abu terlihat menempel pada berbagai benda mulai dari jemuran, kendaraan, lantai rumah, sampai genteng. Kondisi ini dapat terjadi karena abu vulkanik terbawa angin dan sampai pada wilayah yang cukup jauh.  

Peningkatan aktivitas Gunung Api Anak Krakatau membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengetahui beberapa langkah yang tepat. 

Jangan sampai informasi hoax justru memicu kepanikan dan membuat anda mengambil tindakan yang tidak tepat.

Penting untuk mengetahui langkah awal yang perlu dilakukan saat Gunung Api Anak Krakatau menunjukkan peningkatan aktivitas, termasuk saat terjadi hujan abu vulkanik. 

Sebagai mitigasi, berikut langkah pertama yang perlu anda persiapkan saat gunung api kembali aktif dan mulai menunjukkan aktivitasnya melalui hujan abu vulkanik. 

  1. Pantau informasi resmi 

Saat anda menerima informasi erupsi gunung berapi. Pastikan kabar berasal dari sumber terpercaya seperti kanal berita resmi, BPBD, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).  Jangan langsung percaya ataupun menyebarkan informasi tanpa verifikasi karena hoax dapat memicu berbagai kerugian dan membahayakan banyak orang termasuk kepanikan saat menghadapi situasi bencana gunung berapi. 

  1. Gunakan pelindung diri

Saat hujan abu vulkanik sudah semakin lebat, gunakan alat pelindung diri terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Debu vulkanik dapat menyebabkan risiko kesehatan jika terhirup dalam jumlah yang banyak. Mulai dari masker N95 untuk memfilter partikel halus debu vulkanik, kacamata pelindung untuk membantu mencegah iritasi pada mata anda, payung sebagai pelindung kepala dari hujan abu vulkanik, dan juga sarung tangan katun untuk melindungi tangan dari paparan abu vulkanik, 

  1. Siapkan tas darurat

Saat aktivitas gunung berapi meningkat drastis, persiapkan Tas Siaga Bencana (TSB). isi dengan kebutuhan penting logistik seperti air minum, makanan tahan lama, baju, obat-obatan, senter, dokumen penting, uang tunai, charger, power bank, dompet, kartu identitas, dan buku tabungan. 

  1. Evakuasi dengan tertib 

Saat instansi resmi serta lembaga pemerintah setempat mengeluarkan perintah evakuasi. Jangan tunda atau mengabaikan arahan tersebut karena abu vulkanik, lava, lahar dapat mudah menyebar dengan cepat terutama di wilayah sekitar gunung berapi.

  1. Jauhi lokasi berbahaya

Selama aktivitas gunung berapi masih berlangsung, hindari kawasan berbahaya seperti sungai, aliran lahar, serta tempat yang dipenuhi dengan abu vulkanik. Perlu diperhatikan bahwa, debu vulkanik dapat mengiritasi mata. Hindari penggunaan lensa kontak saat hujan abu dan gunakan kacamata sebagai pelindung diri.  

  1. Hindari mengemudi saat terjadi hujan vulkanik tinggi

Hindari mengemudi dan berkendara saat kondisi hujan abu vulkanik sangat lebat. Abu vulkanik yang dikeluarkan dapat merusak jarak pandang. Sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan. Jika memang mendesak untuk berkendara, nyalakan lampu saat mengemudi dan kurangi kecepatan. 

  1. Amankan saluran air dan peralatan elektronik

Abu vulkanik dapat mengakibatkan saluran dan talang air tersumbat oleh partikel tumpukan abu vulkanik. Selanjutkan selamatkan peralatan elektronik di rumah anda, karena debu vulkanik dapat masuk ke dalam perangkat dan menyebabkan kerusakan. 

  1. Tetap tenang

Saat erupsi terjadi, hindari kepanikan. Saling bantu sesama dan dahulukan kelompok rentan yakni anak-anak, disabilitas, ibu hamil, dan lansia. Proses evakuasi akan lebih aman dan berhasil dengan sukses jika dilakukan dengan cepat, tertib, dan terkoordinasi. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho