JawaPos.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan operasional layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni masih berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9).
"Sehubungan dengan kondisi tersebut, operasional layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni hingga saat ini masih berjalan normal," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com.
Cabang Merak dan Cabang Bakauheni tetap melayani pengguna jasa sesuai ketentuan operasional yang berlaku, dengan terus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca, perairan, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan laporan teknis terbaru, aktivitas erupsi menerus masih berlangsung dan potensi ancaman bahaya saat ini berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Parung Panjang, Warga Keluhkan Debu Lebih Kasar
Windy mengatakan, ASDP juga terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level III (Siaga).
Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran layanan, Cabang Merak dan Bakauheni secara intensif melakukan pemantauan situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Setiap perkembangan informasi dari otoritas berwenang menjadi perhatian dalam menentukan langkah operasional yang diperlukan.
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Merak–Bakauheni untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait layanan penyeberangan.
"Pengguna jasa juga diharapkan memperhatikan arahan petugas di lapangan serta melakukan perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku," ungkapnya.
Baca Juga: 17 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Batal, Efek Erupsi Anak Krakatau
Untuk memperoleh informasi terbaru terkait layanan penyeberangan, kondisi operasional, maupun bantuan perjalanan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center ASDP 191.
ASDP akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran maupun kelancaran layanan, perusahaan akan melakukan penyesuaian operasional sesuai rekomendasi dan arahan dari instansi berwenang.