← Beranda
Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook Bantu Pemadaman Karhutla di Kalimantan
Syahrul YunizarSelasa, 1 September 2026 | 18.09 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (26/8). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memastikan bantuan dari Jepang untuk Indonesia segera tiba. Total, 3 unit Helikopter Chinook dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. 

Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Selasa (1/9), Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa dukungan Jepang dalam penanganan Karhutla di Kalimantan merupakan wujud nyata hasil diplomasi pertahanan dan hubungan bilateral Indonesia dengan Jepang. 

Menurut Sjafrie, kerja sama pertahanan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan pertahanan, melainkan juga membangun solidaritas dan semangat saling membantu ketika negara sahabat menghadapi bencana. 

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Dini, PT Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota 

”Kerja sama pertahanan, kalau ada teman yang susah, dia balik membantu,” kata Sjafrie. 

Menhan menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki kemampuan nasional dalam menangani bencana. Namun, dalam hubungan pertahanan bilateral ada semangat sense of responsibility untuk saling memberikan dukungan ketika negara sahabat menghadapi kesulitan. 

Tidak hanya itu, Sjafrie juga menempatkan penanganan bencana sebagai bagian dari tugas-tugas dinamis yang dijalankan Kemhan dan TNI untuk kepentingan nasional dan keselamatan masyarakat. Dalam pemadaman Karhutla, pengerahan kemampuan nasional dan dukungan dari negara sahabat merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan keadaan darurat.

Berdasar informasi dari Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dukungan yang diberikan oleh Jepang merupakan implementasi konkret Defense Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia–Jepang, khususnya dalam bidang Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). 

Baca Juga: Persela Lamongan Launching 25 Pemain untuk Championship 2026/27, Target Promosi ke Super League

”Melalui kerangka tersebut, kedua negara memperkuat kerja sama dalam pengelolaan bencana, termasuk koordinasi bantuan kemanusiaan, dukungan logistik, dan pemanfaatan aset transportasi dalam situasi darurat,” ungkap Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. 

Melalui kerja sama HADR, lanjut Rico, Kemhan memandang diplomasi pertahanan Indonesia-Jepang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Kerja sama pertahanan tidak berhenti pada dialog maupun peningkatan kapasitas, tetapi diwujudkan melalui solidaritas dan aksi kemanusiaan ketika dibutuhkan.

”Dalam mendukung penanganan Karhutla, Jepang mengerahkan 3 helikopter CH-47 Chinook untuk membantu operasi di wilayah terdampak,” imbuhnya.

Tim pendahulu Jepang juga telah berada di Indonesia dan melakukan koordinasi dengan unsur TNI serta Satgas Karhutla untuk mempersiapkan pelaksanaan dukungan di lapangan. Selama kegiatan berlangsung, helikopter bantuan Jepang direncanakan beroperasi dari Lanud Supadio, Kalimantan Barat (Kalbar).

Secara operasional, dukungan Jepang akan diintegrasikan dengan operasi penanganan Karhutla di bawah pengendalian operasi TNI, sehingga penggunaan aset bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas penanganan yang ditetapkan di lapangan. 

Baca Juga: Sita Uang Rp 401,6 Miliar dari PT CNI, Jampidsus Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Pelaksanaan dan durasi dukungan juga menyesuaikan kebutuhan serta perkembangan situasi Karhutla. Dengan mekanisme tersebut, dukungan Jepang bersifat komplementer untuk memperkuat dan mempercepat upaya nasional dalam melindungi masyarakat dan wilayah terdampak.

EDITOR: Bintang Pradewo