JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan para Kepala Staf Angkatan di kediamannya di Hambalang, Sabtu (29/8) sore hingga malam. Momen pertemuan itu diunggah dalam aku media sosial Instagram @sekretariat.kabinet.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, dalam pertemuan itu Prabowo meminta laporan perkembangan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah.
Baca Juga: Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Kemendagri Mutakhirkan Data IKD
Salah satunya terkait penyesuaian persyaratan perekrutan masyarakat suku Dayak pedalaman yang memiliki keinginan untuk mengabdi sebagai prajurit TNI.
"Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI," kata Teddy, dikutip Minggu (30/8).
Selain itu, Prabowo turut membahas penanganan sejumlah bencana yang terjadi di berbagai daerah. Di antaranya kondisi pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Dalam pembahasan mengenai karhutla, Prabowo juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Baca Juga: Resep Telur Ceplok 3 Saos, Cuma Pakai 2 Telur dengan Saus 321 yang Gurih dan Pedas
Presiden meminta para Babinsa ikut memberikan pemahaman kepada warga mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.
"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," pungkasnya.