JawaPos.com - Yenny Wahid berharap Ketua Umum PBNU yang nantinya terpilih dapat menjadi figur yang mampu membawa rekonsiliasi. Ia menilai dinamika menjelang Muktamar telah melahirkan berbagai perbedaan pandangan dan pilihan. Karena itu, hasil pemilihan harus menjadi awal untuk menyatukan kembali seluruh kekuatan di dalam NU.
“Yang paling utama nanti akan terpilih ketua umum baru yang kita harapkan bisa membawa rekonsiliasi untuk semua pihak yang mungkin saat ini terpecah karena adanya dinamika menjelang Muktamar,” ujarnya.
Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh pihak, mulai dari muktamirin, kandidat, hingga tim sukses yang terlibat dalam persaingan.
Yenny mengutip pesan KH Maimun Zubair atau Mbah Moen bahwa segala sesuatu seharusnya dilakukan dengan hati yang bahagia, gembira, dan diniatkan untuk melakukan kebaikan.
Baca Juga: Yenny Wachid: Pakai Ahwa atau Pemilihan Langsung, itu Bukan Prinsip, yang Penting NU Jangan Pecah
“Kita melakukan segala sesuatu dengan hati yang bahagia, dengan hati yang gembira, dan dengan niatan untuk melakukan kebaikan,” katanya.
Yenny Wahid: NU Satu Keluarga Besar
Menurut Yenny, seluruh warga nahdliyin pada dasarnya adalah satu keluarga besar yang sama-sama mencari keberkahan dalam NU.
Karena itu, perbedaan pilihan politik dalam Muktamar tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan berkepanjangan.
“Enggak usah terlalu serius, gontok-gontokan, enggak usah terlalu sampai membuat NU terancam terpecah,” tegasnya.
Yenny optimistis, tradisi kekeluargaan yang selama ini menjadi kekuatan NU akan kembali terlihat setelah proses pemilihan selesai.
Baca Juga: Datang ke Muktamar NU ke-35, Yenny Wahid Soroti Konflik Internal hingga Ekonomi Indonesia
Menurut dia, apa pun hasil Muktamar, semua pihak harus mampu kembali bersatu dan menyelesaikan perbedaan dengan suasana yang riang, gembira, dan penuh persaudaraan.
“Saya yakin, apa pun di NU itu semua pada akhirnya diselesaikan dengan riang gembira,” ujarnya.
Pesan Yenny Wahid pun menjadi pengingat bahwa Muktamar ke-35 NU bukan semata tentang siapa yang memenangkan pemilihan Ketua Umum PBNU.
Lebih dari itu, Muktamar harus menjadi titik awal bagi NU untuk memasuki abad kedua dengan persatuan yang lebih kuat, rekonsiliasi, dan kesetiaan pada perjuangan untuk umat, bangsa, dan negara.