← Beranda
Yenny Wachid: Pakai Ahwa atau Pemilihan Langsung, itu Bukan Prinsip, yang Penting NU Jangan Pecah
Dony Lesmana Eko PutraMinggu, 30 Agustus 2026 | 05.05 WIB
Yenny Wahid Ingatkan NU jangan sampai terpecah gara-gara Pemilihan Ketum PBNU. (Dony/Jawapos.com)

JawaPos.com - Dinamika dan perbedaan pilihan menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mendapat perhatian Yenny Wahid. Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengingatkan agar persaingan tidak berubah menjadi konflik yang mengancam persatuan NU.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang bukan sekadar agenda memilih Ketua Umum PBNU. Menurut salah satu Putri Gusdur tersebut Muktamar kali ini juga menjadi penanda perjalanan NU memasuki abad kedua.

Di tengah dinamika dan perbedaan pilihan yang mengiringi proses Muktamar, Yenny Wahid mengingatkan satu hal penting: NU jangan sampai terpecah hanya karena perebutan kepemimpinan.

Yenny meminta seluruh muktamirin, kandidat Ketua Umum PBNU, hingga tim sukses untuk kembali mengingat tujuan utama berdirinya NU.

Menurutnya, siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU maupun mekanisme yang digunakan dalam pemilihan bukanlah persoalan utama.

“Mau memakai Ahwa atau pemilihan langsung, itu bukan prinsip yang paling pertama,” ujar Yenny di Muktamar Ke 35 NU Tambakberas  - Jombang, Sabtu (29/8).

Bagi Yenny, mekanisme pemilihan pada dasarnya hanyalah alat untuk membawa kapal besar NU mencapai tujuan yang telah diwariskan para pendirinya.

Tujuan tersebut, kata dia, adalah menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperjuangkan kepentingan umat, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Perkara siapa pun yang terpilih jadi ketua umum itu hanya alat saja, apalagi mekanisme pemilihannya,” katanya.

NU dinilai Yenny semakin progresif dengan pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan Muktamar ke-35.

Teknologi digunakan untuk membantu sistem registrasi dan memastikan proses berjalan lebih tertib serta peserta yang masuk ke ruang pemilihan benar-benar memiliki hak suara.

Yenny menilai penggunaan teknologi penting untuk menutup celah kecurangan yang berpotensi terjadi dalam sistem pemilihan manual.

Namun, menurut dia, kecanggihan teknologi tetap tidak boleh mengalihkan perhatian dari persoalan yang jauh lebih penting, yakni masa depan dan persatuan NU.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra