← Beranda
Muhammadiyah Jombang Turun Tangan di Muktamar NU, Siapkan 10 Rumah Sakit hingga 10.000 Bakso
Dony Lesmana Eko PutraJumat, 28 Agustus 2026 | 21.31 WIB
Anggota sukarelawan dari Muhamadiyah bagi bagi bakso gratis di area Muktamar NU ke 35 Tambakberas Jombang. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang menjadi momentum yang memperlihatkan eratnya hubungan NU dan Muhammadiyah. Bukan sekadar hadir, Muhammadiyah Jombang ikut turun tangan dengan menyiapkan layanan kesehatan gratis, ambulans, tenaga kesehatan hingga ribuan makanan dan minuman untuk peserta muktamar.

Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang sekaligus penanggung jawab kegiatan, Sugeng Santoso, mengatakan Muhammadiyah Jombang merasa perlu ikut menyukseskan Muktamar NU karena kegiatan tersebut merupakan gawe bersama masyarakat Jombang.

Menurutnya, hubungan NU dan Muhammadiyah di Jombang telah terjalin erat sejak beberapa periode sebelumnya. Salah satu bentuknya adalah komunikasi rutin dan pertemuan informal antarelemen organisasi.

"Kalau di Jombang itu antara NU dan Muhammadiyah sudah menyatu. Setiap satu bulan pasti kumpul, ngopi," ujar Sugeng.

Atas dasar hubungan tersebut, Muhammadiyah Jombang terlebih dahulu berkomunikasi dengan panitia lokal Muktamar NU.

Setelah mendapat izin dan sambutan positif, Muhammadiyah kemudian menyiapkan sejumlah dukungan untuk peserta dan masyarakat yang hadir selama pelaksanaan muktamar.

Siapkan Layanan Kesehatan Gratis

Awalnya, Muhammadiyah Jombang menyiapkan empat rumah sakit untuk mendukung Muktamar NU ke-35. Selain itu, disiapkan pula empat ambulans dan sekitar 40 tenaga kesehatan.

Dukungan tersebut kemudian berkembang setelah informasi mengenai keterlibatan Muhammadiyah Jombang mendapat respons dari jajaran Muhammadiyah di wilayah sekitar.

Jumlah rumah sakit yang terlibat akhirnya bertambah menjadi 10 rumah sakit. Rumah sakit tersebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Nganjuk, Madiun, Kediri, Lamongan, Mojokerto, hingga wilayah sekitar Jombang.

Layanan kesehatan tersebut disiapkan untuk peserta muktamar maupun muhibbin yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di lokasi kegiatan.

Peserta yang merasa kurang sehat dapat memeriksakan diri di klinik atau posko kesehatan yang disiapkan. Jika membutuhkan obat, pasien akan mendapatkan penanganan sesuai kondisi.

Sementara jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit Muhammadiyah, termasuk rumah sakit Muhammadiyah di Jombang dan Mojoagung.

"Kalau memang perlu ditangani khusus dan harus dirujuk, akan dirujuk ke rumah sakit Muhammadiyah yang ada di Jombang maupun Mojoagung. Semua itu digratiskan," kata Sugeng.

Ribuan Bakso, Telur dan Kopi untuk Peserta Muktamar

Tidak hanya layanan kesehatan, Muhammadiyah Jombang juga menyiapkan konsumsi untuk mendukung kenyamanan peserta dan muhibbin selama Muktamar NU berlangsung.

Sedikitnya 10.000 mangkuk bakso disiapkan. Selain itu, Muhammadiyah juga menyediakan 10.000 butir telur, 10.000 cup kopi serta air minum.

Berbagai konsumsi tersebut akan didistribusikan selama empat hari pelaksanaan muktamar.
Dukungan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi dua organisasi Islam besar dalam menyukseskan agenda Muktamar NU ke-35 di Jombang.

Kerahkan 200 Personel Kokam

Dukungan Muhammadiyah juga diberikan dalam aspek pengamanan dan kesiapsiagaan selama kegiatan berlangsung.

Sebanyak 200 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) disiapkan untuk membantu mendukung kegiatan Muktamar NU ke-35.

Komunikasi juga telah dilakukan dengan Banser untuk mengatur bentuk keterlibatan dan koordinasi di lapangan. Personel Kokam akan disiagakan mulai rangkaian pembukaan hingga seluruh agenda muktamar berakhir pada 30 Agustus.

Kolaborasi NU-Muhammadiyah di Jombang

Sugeng menilai keterlibatan Muhammadiyah dalam Muktamar NU bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Hubungan antarkelompok keagamaan di Jombang, menurutnya, telah dibangun melalui komunikasi dan kebiasaan saling mendukung dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Karena itu, ketika NU menggelar salah satu agenda terbesar organisasinya di Jombang, Muhammadiyah merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membantu.

Panitia lokal Muktamar NU pun menyambut positif dukungan tersebut. Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi kerja sama dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Muktamar ke-35 NU di Jombang akhirnya tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana NU dan Muhammadiyah dapat berjalan bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dukungan berupa layanan kesehatan gratis, ambulans, tenaga kesehatan, konsumsi hingga personel Kokam menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra