← Beranda
Prabowo Janji Sekolah NU Dapat Layar Interaktif, Tahun Ini Langsung 4 Unit
Dony Lesmana Eko PutraJumat, 28 Agustus 2026 | 02.21 WIB
Presiden RI Prabowo saat memberikan sambutan di acara Muktamar NU ke 35 di Tambakberas Jombang, Kamis (27/8/26). (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan pemerataan fasilitas pendidikan saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Beliau menyampaikan kabar yang ditunggu sekolah dan pesantren Nahdlatul Ulama. Ia mengakui masih ada lembaga pendidikan NU yang belum mendapatkan layar interaktif dan berjanji segera menuntaskan distribusinya.

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka meminta maaf karena baru mengetahui masih banyak sekolah dan pesantren di bawah NU yang belum menerima fasilitas layar interaktif.

“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama, saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah pesantren NU yang belum menerima,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan pembagian kewenangan pengelolaan lembaga pendidikan antara kementerian.

Menurut Prabowo, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menangani sekolah negeri, sementara lembaga pendidikan di bawah NU berada dalam lingkup Kementerian Agama.

Karena itu, ia menegaskan keterlambatan tersebut bukan berarti sekolah NU tidak mendapatkan fasilitas yang sama. Prabowo bahkan menjanjikan distribusi layar interaktif untuk sekolah-sekolah NU segera dilakukan.

“Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga. Tapi NU segera akan menerima langsung empat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pidato Prabowo di hadapan keluarga besar NU. Presiden menegaskan bahwa pemerintah ingin memperkuat sekaligus memberdayakan NU, termasuk pesantren dan lembaga pendidikannya.

Bagi pemerintah, pemerataan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Selain berbicara soal pendidikan, Prabowo dalam pidatonya juga menegaskan komitmen pemerintah memperkuat NU dan Muhammadiyah. Ia menyebut kedua organisasi tersebut sebagai aset besar bangsa.

Prabowo mengatakan dirinya terus memikirkan berbagai cara untuk memperkuat pesantren NU dan lembaga pendidikan Muhammadiyah.
“NU dan Muhammadiyah aset bangsa yang sangat-sangat besar,” tegasnya.

Pidato tersebut juga menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk menyampaikan sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menyebut program tersebut telah dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat. Pemerintah, kata Prabowo, akan terus memperbaiki berbagai kekurangan agar manfaat MBG dapat menjangkau anak-anak, ibu hamil, hingga masyarakat lanjut usia.

Prabowo juga menyampaikan target pemerintah mencapai swasembada pangan dan energi serta mengoperasikan puluhan ribu Koperasi Merah Putih.

Dalam konteks pendidikan, dukungan terhadap sekolah dan pesantren NU menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat lembaga pendidikan yang memiliki basis masyarakat luas.

Prabowo menutup pidatonya dengan kembali menegaskan pentingnya hubungan NU dengan kekuatan bangsa. “NU kuat artinya Indonesia kuat,” katanya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra