← Beranda
Mendikdasmen Pastikan Sekolah Terdampak Gempa NTT akan Direvitalisasi Tahun 2026
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 25 Agustus 2026 | 21.25 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberi keterangan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD, Senin (20/4/2026) di Jakarta. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan sekolah yang rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi prioritas untuk direvitalisasi tahun 2026.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan yang terdampak bencana untuk mengetahui tingkat kerusakan.

“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026," ujar Mu'ti, Selasa (25/8).

Baca Juga: BGN Ubah Jam Kerja Baru Kepala Dapur SPPG, Absen Lewat Zoom Pukul 02.00

Setelah proses pendataan dan perhitungan kebutuhan selesai, Mu'ti memastikan bahwa Kemendikdasmen akan segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).

Setelah itu, pembangunan dapat segera dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan dana disalurkan kepada sekolah.

“Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” tegas Mu'ti.

Sebagai langkah awal, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan semebtara bagi satuan pendidikan dan warga sekolah terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada berupa logistik dasar seperti 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan.

Selain itu, pemerintah turut menyiapkan dana tunai berbentuk voucher sebesar Rp 860 juta untuk 61 sekolah.

 

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah