← Beranda
Penanganan Karhutla Kalimantan jadi Prioritas, Menhut Raja Juli Kerahkan Seluruh SDM
Muhammad RidwanSenin, 24 Agustus 2026 | 00.43 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukan peninjauan penanganan karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8).

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta seluruh direktorat jenderal (ditjen) dan unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk memperkuat keterlibatan dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menggelar rapat daring bersama seluruh jajaran Kemenhut di tengah peninjauannya terhadap penanganan karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8).

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki. Dalam pertemuan itu, Raja Juli menginstruksikan agar mekanisme bantuan kendali operasi (BKO) dibentuk di bawah koordinasi balai dan masing-masing direktorat jenderal.

Baca Juga: Ketika Seniman Bicara Seni dan AI, Akankah Teknologi Menggantikan Kreativitas Manusia?

Menurutnya, jajaran Kemenhut tidak boleh hanya memantau kondisi di lapangan, tetapi harus terlibat langsung membantu proses pemadaman.

“Buat mekanisme BKO di bawah balai, dirjen masing-masing, agar jangan jadi penonton dalam proses pemadaman karhutla ini,” kata Raja Juli dalam rapat daring.

Ia juga meminta sumber daya manusia (SDM) dari berbagai UPT Kemenhut untuk dikerahkan ke lapangan. Menurutnya, para personel tersebut nantinya akan mendapat pelatihan sekaligus terlibat dalam operasi bersama Manggala Agni yang memiliki pengalaman dalam penanganan karhutla.

“Arahkan SDM UPT lainnya untuk training di lapangan langsung, dengan pimpinannya Manggala Agni,” tegasnya.

Raja Juli menegaskan, untuk sementara waktu seluruh sumber daya yang dimiliki Kemenhut perlu diprioritaskan guna memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

“Semua fokus penanganan ke Kalimantan dulu. SDM berapa, semua ikut berkolaborasi,” ujarnya.

Selain menambah kekuatan personel, Raja Juli meminta pemantauan karhutla melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) dilakukan secara lebih rutin.

Ia menekankan agar data yang dihimpun tidak sebatas digunakan untuk melihat titik panas. Informasi tersebut harus dipadukan dengan data spasial lainnya sehingga pemerintah dapat menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

“Update Sipongi rutinkan sehari empat kali. Data itu overlay dengan kawasan hutan, jenis tanah, serta pemegang izinnya (PPKH, PBPH, PS, Konservasi dan lainnya),” pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah