← Beranda
Bukan Haji Isam, Presiden Tunjuk Cak Imin,  Djamari Chaniago, hingga KSAD Tangani Karhutla
Muhammad RidwanSenin, 24 Agustus 2026 | 00.21 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8).

JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah telah membagi tugas terhadap sejumlah pejabat tinggi untuk melakukan koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.

Beberapa pejabat yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.

Prasetyo menegaskan, pembagian tugas tersebut dilakukan agar penanganan karhutla di wilayah terdampak dapat dikoordinasikan dengan lebih cepat dan terarah.

Baca Juga: Kartu Kredit itu Utang, Hindari Kesalahan Fatal agar Tagihan Tidak Membengkak

"Ya ada Pak Menko, Pak Menko Polkam ada, Pak Menko PM juga ada di situ. Nah, kita bagi semua. Ada KSAD juga bertanggung jawab terhadap satu wilayah," kata Prasetyo Hadi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8).

Menurut Prasetyo, setiap pejabat mendapat tanggung jawab untuk memberikan perhatian khusus terhadap wilayah tertentu di Kalimantan yang terdampak kebakaran.

"Jadi ada yang memang kita bagi tugas untuk atensi untuk wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan seterusnya. Memang kita atur seperti itu," ujarnya.

Prasetyo juga membantah kabar yang menyebut pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, ditunjuk Prabowo untuk memimpin penanganan karhutla di Kalimantan.

Ia pun menekankan, pembagian wilayah tersebut bukan berarti pejabat yang ditugaskan hanya bertanggung jawab terhadap daerah yang menjadi wilayah koordinasinya. Pembagian tugas semata-mata dilakukan untuk mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.

"Tapi jangan juga diartikan tidak bertanggung jawab dengan daerah yang lain loh ya nanti. Ini hanya membagi atensi supaya koordinasinya kita percepat gitu penanganan," pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah