← Beranda
Karhutla Kepung Kalimantan, Ribuan Titik Api Sebabkan Kabut Asap
Syahrul YunizarJumat, 21 Agustus 2026 | 18.07 WIB
Petugas dari tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (19/8/2026). (BPBD Penajam Paser Utara)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 1.487 hotspot mengepung Kalimantan pada Kamis (20/8). 

Ribuan titik api itu mengepung salah satu pulau terbesar di Indonesia itu, dan mengakibatkan kabut asap di berbagai wilayah. 

Mulai dari Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga Kalimantan Timur (Kaltim).

Pelaksana Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, sebaran hotspot atau titik panas di wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga: Update Karhutla Gunung Arjuno-Welirang: Sumber Api Tinggal 1 Titik di Lapangan Kotak

Berdasar data pemantauan terbaru dari Satelit NOAA-20, sebaran hotspot di Kalimantan sudah mencapai 1.487 hotspot.

”Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik,” kata Berton, dikutip Jumat (21/8).

Sebagai langkah antisipasi meluasnya karhutla di Kalimantan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor.

BNPB bersama pemerintah daerah melakukan pemantauan perkembangan titik panas, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.

Tidak hanya itu, BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Antoni Sebut Peringatan Dini BMKG Jadi Bekal Hadapi Karhutla

Pemerintah daerah didorong terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman.

”Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan bahwa Operasi terpadu tengah dilakukan untuk memadamkan karhutla.

Operasi ini melibatkan BNPB, BMKG, pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menjelaskan, peningkatan signifikan terdeteksi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Baca Juga: Hotspot Karhutla di Kalimantan Mencapai 1.487 Titik, Kalteng Paling Tinggi

Kalimantan Barat mencatat 259 hotspot berkepercayaan tinggi, Kalimantan Tengah 242 hotspot, dan Kalimantan Selatan 17 hotspot. 

”Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi mencapai 518 titik atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya,” ungkap Ristianto dalam keterangan resminya.

Merujuk data BNPB, jumlah hotspot di Kalimantan terus naik dan mendekati angka 1.500 titik.

Ristianto memastikan pemerintah sudah menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai kabut asap dan terbatasnya jarak pandang.

Termasuk berbagai video serta informasi dari Sungai Tabuk, Banjarbaru, Banjarmasin, Palangka Raya, Pontianak, dan sejumlah wilayah lainnya.

Baca Juga: Viral 'Supermen' Ikut Terjun Memadamkan Karhutla, Menhut Raja Juli: Anak Muda jadi Forest Hero

”Visual yang disampaikan masyarakat menggambarkan kondisi nyata pada lokasi dan rentang waktu tertentu, serta menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam mengarahkan patroli, pemeriksaan lapangan, pemadaman, dan perlindungan masyarakat di wilayah terdampak,” ujarnya.

EDITOR: Bayu Putra