← Beranda
Hotspot Karhutla di Kalimantan Mencapai 1.487 Titik, Kalteng Paling Tinggi
Syahrul YunizarKamis, 20 Agustus 2026 | 22.41 WIB
Ilustrasi penanganan karhutla di kawasan Gunung Arjuno - Welirang. (Dokumentasi Radar Batu)

 

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebaran hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang kini menjadi atensi pemerintah. Berdasar data pada Kamis (20/8) saat ini ada 1.487 hotspot karhutla. Jumlah terbanyak berada di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa data tersebut diperoleh dari Satelit NOAA-20. Kalteng menjadi daerah dengan titik hotspot terbanyak karena jumlahnya mencapai 767 titik.

"Disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik," kata Berton dalam keterangannya.

Hanya Kalimantan Utara (Kaltara) yang mencatat hotspot di bawah 10 titik, yakni 3 titik hotspot karhutla. Untuk mengantisipasi potensi meluasnya karhutla di Kalimantan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor.

"BNPB bersama pemerintah daerah melakukan pemantauan perkembangan titik panas, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan," terang dia.

Selain itu, Berton menyatakan bahwa pihaknya mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini.

"Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar," ujarnya.

Jika masyarakat mengetahui atau melihat karhutla, Berton meminta mereka segera melapor kepada otoritas daerah setempat. Sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Khusus di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), BNPB mencatat lahan seluas 10,65 hektare terbakar pada Rabu (19/8). Lokasi terdampak berada di Desa Sepan, Kecamatan Penajam. Namun, dipastikan ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat bersama personel gabungan melakukan pemadaman api di lokasi kejadian. Pada hari yang sama api telah berhasil dipadamkan," ujarnya.

EDITOR: Estu Suryowati