← Beranda
Tuntaskan Modernisasi di Indonesia, GMF Perpanjang Usia Pakai Pesawat C-130 Hercules 15-20 Tahun 
Syahrul YunizarKamis, 20 Agustus 2026 | 17.35 WIB
Pesawat angkut berat C-130 Hercules. (Istimewa)

JawaPos.com - Modernisasi salah satu pesawat angkut berat TNI AU, C-130 Hercules, oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia tuntas pada Rabu (19/8). Capaian tersebut sekaligus menunjukkan kapabilitas industri pertahanan (inhan) dalam negeri dikancah global.

Hercules merupakan pesawat angkut berat buatan Amerika Serikat (AS) yang sudah terbukti andal. Salah satunya adalah alat utama sistem persenjataan (alutsista) bernomor ekor A-1319 milik TNI AU. Pesawat tersebut telah bertugas lama hingga masuk hanggar GMF untuk menjalani modernisasi.

Langkah itu dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk memperpanjang usia operasional pesawat tersebut 15–20 tahun ke depan. Juga untuk meningkatkan kesiapan operasional dalam mendukung berbagai misi yang dilaksanakan oleh TNI AU.

”Penyelesaian proyek A-1319 merupakan tonggak penting bagi GMF, sekaligus bukti bahwa kapabilitas industri dalam negeri terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pertahanan nasional,” kata Direktur Utama (Dirut) GMF Andi Fahrurrozi dalam keterangan resmi pada Kamis (20/8).

Keterangan itu disampaikan oleh Andi di hadapan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Dia pun menjelaskan A-1319 adalah pesawat Hercules pertama yang menjalani modifikasi besar di luar fasilitas milik Lockheed Martin.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama pejabat TNI AU dan GMF menerima pesawat angkut berat C-130 Hercules yang sudah dimodifikasi danmodernisasi oleh GMF. (Tim Media Menhan Sjafrie Sjamsoeddin)
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama pejabat TNI AU dan GMF menerima pesawat angkut berat C-130 Hercules yang sudah dimodifikasi danmodernisasi oleh GMF. (Tim Media Menhan Sjafrie Sjamsoeddin)

Ada pun modernisasi yang dilakukan oleh GMF terhadap pesawat tersebut terdiri atas Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), serta Structural Integrity Program (SIP).

Seluruh proses dilakukan dengan mengacu pada standar teknologi terbaru dan kebutuhan operasional global pesawat C-130.

Tugas itu dilaksanakan oleh GMF di atas kontrak dari Kemhan. Secara keseluruhan ada 8 unit pesawat Hercules yang dimodernisasi di Indonesia. A-1319 merupakan pesawat kedua setelah GMF merampungkan pengerjaan Center Wing Box pada pesawat bernomor ekor A-1315 Maret 2023 lalu.

Dalam catatan, modernisasi pesawat kedua itu berjalan selama 36 bulan. Untuk pesawat ketiga dan keempat, GMF menarget prosesnya selesai dalam waktu 18 bulan dan akan dituntaskan tahun ini.

Andi memastikan, proyek itu digarap secara keseluruhan oleh sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

”Kami kerjakan 100 persen oleh tenaga lokal, dengan dukungan desain dari Lockheed (Martin) dan kolaborasi tim TNI AU,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, keberhasilan GMF menunjukkan bahwa inhan lokal Indonesia mampu menangani pekerjaan modifikasi pesawat militer berteknologi tinggi. Itu menjadi simbol kemandirian sekaligus penguatan ekosistem pertahanan dalam negeri.

Dengan keberhasilan modernisasi Hercules A-1319, Indonesia tidak hanya memperpanjang usia operasional atau usia pakai alutsista strategis tersebut, tetapi juga memperkuat posisi industri nasional sebagai mitra utama dalam mendukung kedaulatan pertahanan udara.

”Kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” ujarnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra