← Beranda
Menhut Raja Juli Kenakan Baju Adat Kajang saat HUT ke-81 RI, Simbolkan jaga Kelestarian Hutan
Muhammad RidwanSelasa, 18 Agustus 2026 | 14.27 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama istri Nurlaili kenakan baju adat Kajang asal Sulawesi Selatan saat Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

 

JawaPos.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi masyarakat untuk melestarikan ada tradisional Tanah Air. Hal itu dilakukan melalui pakaian adat saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni tampil dengan busana adat Kajang, Sulawesi Selatan, saat mengikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih.

Busana serba hitam tersebut dikenakan Raja Juli bersama istrinya, Nurlaili Raja Antoni. Sementara, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki juga hadir bersama istrinya, Gina Rohmat Marzuki, yang mengenakan pakaian adat Batak.

Raja Juli menjelaskan, pemilihan pakaian adat Kajang bukan sekadar untuk menunjukkan kekayaan budaya Nusantara. Menurutnya, busana tersebut merepresentasikan masyarakat adat Kajang yang selama ini dikenal memiliki kemampuan dalam menjaga kelestarian hutan.

“Ini baju Suku Kajang, Sulawesi Selatan. Salah satu masyarakat adat yang paling memiliki kemampuan menjaga hutan The best guardian of our tropical forest, menjaga hutan tropis kita,” kata Raja Juli di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

Masyarakat adat Kajang memang identik dengan pakaian berwarna hitam. Warna tersebut mencerminkan kesederhanaan sekaligus prinsip hidup yang tidak berlebihan dan senantiasa menjaga keseimbangan dengan alam.

Nilai tersebut juga tercermin dalam falsafah kamase-mase, yakni pandangan hidup yang mengajarkan kesederhanaan, kecukupan, serta keharmonisan dengan lingkungan sekitar.

Penampilan Raja Juli dalam upacara penurunan bendera itu melanjutkan pilihan busana adat yang dikenakannya pada pagi hari. Saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, ia bersama sang istri mengenakan pakaian adat Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penggunaan pakaian adat dari daerah yang berbeda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut turut menampilkan keragaman budaya Indonesia.

Di sisi lain, masyarakat adat memiliki posisi penting dalam upaya pelestarian hutan. Pengetahuan serta praktik pengelolaan lingkungan yang diwariskan lintas generasi menjadi bagian dari kontribusi mereka dalam menjaga ekosistem hutan Indonesia.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra