JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa untuk terus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni.
Pesan itu disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 RI yang digelar di halaman Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/8).
Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk memastikan pembangunan, pelayanan publik, serta pengelolaan sumber daya negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Maknanya lebih dari sekadar rangkaian kata. Ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata,” kata Setyo.
Baca Juga: CATL Targetkan 100 Kota di Seluruh Dunia, Servis Baterai Mobil Listrik Kini Bisa Pakai Robot
Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, seluruh insan KPK juga diajak memperkuat integritas dengan memulainya dari diri sendiri. Profesionalisme, independensi, serta kehormatan lembaga harus senantiasa dijaga dalam menjalankan setiap tugas.
Setyo mengingatkan, kewenangan yang dimiliki merupakan sebuah amanah. Sementara itu, jabatan harus dipahami sebagai tanggung jawab untuk menghadirkan keadilan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak dapat hanya dibebankan kepada satu lembaga. Ia menekankan, peran berbagai unsur bangsa dibutuhkan, mulai dari birokrasi yang bersih, aparat penegak hukum yang profesional, dunia usaha yang menjunjung tinggi etika, lembaga pendidikan yang menanamkan kejujuran, hingga masyarakat yang berani menolak dan tidak menganggap praktik korupsi sebagai sesuatu yang wajar.
“Pada akhirnya, perjuangan melawan korupsi merupakan bagian dari perjuangan memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
Selain persoalan integritas, Setyo menilai peringatan HUT ke-81 RI juga perlu diwarnai dengan kepedulian terhadap sesama. Semangat kemerdekaan, kata dia, harus diwujudkan melalui empati dan solidaritas, terutama kepada masyarakat yang tengah menghadapi bencana alam.
Salah satunya adalah warga di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, yang membutuhkan dukungan dan bantuan akibat musibah yang terjadi.
"Penguatan integritas, pembenahan tata kelola pemerintahan, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," pungkasnya.