← Beranda
Warna-Warni Upacara HUT ke-81 RI, dari Doa untuk NTT hingga Apresiasi Prabowo
Muhammad RidwanSelasa, 18 Agustus 2026 | 04.21 WIB
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menunaikan tugas dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). (Youtube Setpres)

JawaPos.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8), menghadirkan sejumlah momen emosional.

Rasa sedih akibat duka di NTT, keharuan atas dedikasi para petugas upacara, hingga semangat persatuan bercampur jadi satu.

Di tengah suasana perayaan, perhatian tertuju kepada masyarakat yang tengah menghadapi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh peserta upacara mendoakan para korban dan masyarakat terdampak saat prosesi mengheningkan cipta.

Baca Juga: Berlangsung Khidmat, Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI 

"Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa, yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia. Serta mendoakan saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, NTT, dan di wilayah Indonesia lainnya," kata Prabowo saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

Tangis haru paskibraka usai kibarkan Merah Putih

Suasana haru terlihat setelah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berhasil menunaikan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.

Perasaan lega dan bahagia terpancar dari para anggota Paskibraka setelah menjalani proses latihan panjang dan penuh disiplin.

Mereka terlihat saling berpelukan sebagai bentuk luapan kegembiraan. Sejumlah anggota bahkan tak kuasa menahan air mata setelah berhasil melewati salah satu tugas penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.

Muhammad Furqoen Hakim, perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan bahwa perjalanan hingga terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional membutuhkan proses seleksi yang panjang.

Baca Juga: Profil Neeltje Werimon, Siswi Papua Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI

“Prosesnya banyak banget, Kak. Yang pertama itu dari proses seleksi sekolah, seleksi Kabupaten, provinsi, dan juga verifikasi tingkat pusat kemarin,” ucap Furqoen.

Selain melewati tahapan seleksi berjenjang, para peserta juga harus mempersiapkan mental dan membangun keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.

Hal tersebut turut dirasakan Angelica Theona Putri, perwakilan Jawa Timur. Ia mengaku sempat merasa minder ketika melihat kemampuan peserta lainnya.

Namun, pengalaman tersebut justru mendorongnya untuk mengatasi rasa tidak percaya diri.

"Saya sendiri kurang percaya diri, udah minder duluan ngelihat teman yang lebih baik dari saya, saya kayak ah pasti gak bisa, ternyata bisa ngelawan ketidakpercayaan diri itu, berhasil kak,” tuturnya.

Baca Juga: Cara Baru Anak Muda Maknai Kemerdekaan, Meriah Upacara HUT ke-81 RI Digelar di Game Roblox

Savia Aulia tampilkan pesan inklusivitas

Momen lain yang menarik perhatian hadir melalui penampilan Savia Aulia Rahmawati.

Sinden cilik penyandang disabilitas tersebut tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para tamu undangan dengan mengenakan kebaya putih.

Savia menunjukkan kemampuan bernyanyi dengan membawakan lagu daerah dan lagu nasional.

Penampilannya berlangsung penuh percaya diri dan menjadi salah satu bagian yang memberi warna pada perayaan HUT ke-81 RI.

Kehadiran Savia juga memperlihatkan bahwa kesempatan untuk berkarya dan berprestasi harus terbuka bagi semua anak bangsa.

Baca Juga: SBY Minta Maaf Tak Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS

Kondisi fisik bukan alasan untuk membatasi seseorang dalam mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi.

Prabowo Beri Apresiasi pada Petugas Upacara

Kelancaran seluruh rangkaian upacara juga tidak lepas dari kerja para petugas yang menjalankan tugas masing-masing secara disiplin.

Komandan Upacara Kolonel Priyo Handoyo memimpin prosesi dengan tertib sehingga pelaksanaan upacara berlangsung lancar dan khidmat.

Usai upacara, Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada para petugas yang terlibat.

Ia secara khusus meminta komandan upacara, komandan korsik, serta para komandan kesatuan untuk menghadap sebagai bentuk penghargaan atas pelaksanaan tugas mereka.

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Kombes Jerrold Kumontoy, Putra Sulut jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera

"Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat, komandan upacara, komandan korsik dan semua komandan kesatuan menghadap saya, lanjutkan. Kerjakan," jelas Prabowo.

Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pun tidak sekadar menjadi seremoni untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa.

Berbagai momen yang muncul turut memperlihatkan nilai persatuan, pengabdian, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama.

 

EDITOR: Bayu Putra