← Beranda
Flores NTT Diguncang Gempa, Kepala BNPB Instruksikan 8 Aksi Cepat Ini
Ryandi ZahdomoMinggu, 16 Agustus 2026 | 21.38 WIB
Bantuan Logistik untuk korban terdampak gempa NTT. (Badan Komunikasi Pemerintah)

JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menetapkan 8 langkah strategis penanganan darurat pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, untuk mempercepat evakuasi korban, penyaluran logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak.

Suharyanto mengimbau Pemerintah Provinsi NTT serta enam pemerintah kabupaten terdampak parah, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka, untuk segera menerbitkan penetapan status darurat resmi.

Kepastian hukum ini menjadi dasar penyaluran dukungan anggaran dan bantuan teknis dari pusat.

Baca Juga: 8 Strategi Pemerintah untuk Percepat Pemulihan Pascagempa NTT

"Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya bisa membantu secara maksimal," tegas Suharyanto, Minggu (16/8).

Guna memperlancar pergerakan taktis di lapangan, BNPB mendorong pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) tingkat daerah dengan menunjuk unsur TNI-Polri sebagai komandan lapangan.

Pembagian Wilayah Operasi dan Posko Logistik Pusat

Dalam skala nasional, BNPB mengomandoi pembentukan Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere.

Pembagian dua titik ini ditujukan untuk menjangkau kawasan Flores bagian barat dan timur secara merata.

Masyarakat maupun lembaga yang ingin menyalurkan bantuan dapat memanfaatkan Posko Logistik Nasional yang kini telah beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: Dirut PLN Kawal Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari NTT

Seluruh pasokan akan dikirim langsung via jalur udara menuju titik penerimaan di Flores.

Pencarian Korban, Pemulihan Layanan, dan Alutsista

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dipimpin langsung oleh Basarnas bersama gabungan unsur TNI, Polri, dan relawan guna memastikan tidak ada korban yang terjebak di reruntuhan.

Selain itu, BNPB menargetkan pemulihan fasilitas vital seperti listrik, air bersih, BBM, dan jaringan komunikasi, dapat berfungsi terbatas dalam 7 hari.

Pendataan kerusakan rumah warga juga diperintahkan berjalan secara paralel demi mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

Untuk menembus kawasan terisolasi, armada alutsista berupa helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta pesawat BNPB dikerahkan penuh mengangkut bahan pangan, selimut, dan tenda pengungsian.

Baca Juga: Nyaris 10.000 Orang Mengungsi Akibat Gempa NTT, Tersebar hingga Sulsel

Dan langkah terakhir, Media Center resmi akan menyajikan press briefing harian setiap pukul 17.00 WITA untuk memperbarui data secara transparan sekaligus meredam potensi disinformasi di tengah masyarakat.

EDITOR: Bayu Putra