← Beranda
Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT, Minta Pejabat Turun ke Lokasi Terdampak
Muhammad RidwanMinggu, 16 Agustus 2026 | 19.02 WIB
Presiden Prabowo menyatakan pemerintah telah menyalurkan 50 ribu paket bantuan sembako untuk korban gempa di NTT. (Bakom RI)

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket sembako bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan pada Sabtu (15/8) sebagai bagian dari respons cepat pemerintah terhadap bencana.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bantuan tersebut dikirim menuju Maumere untuk segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

“Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” kata Teddy kepada wartawan, Minggu (16/8).

Selain mengirim bantuan logistik, Presiden Prabowo juga menginstruksikan sejumlah pejabat pemerintah pusat untuk turun langsung ke wilayah terdampak, khususnya Labuan Bajo dan Maumere.

Pejabat yang ditugaskan antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kepala Basarnas. Pemerintah juga mengerahkan Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, dan sejumlah tim dari PLN, Pertamina, Telkom, serta Bulog untuk turun langsung ke lokasi bencana.

Teddy menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk instruksi langsung Presiden agar seluruh jajaran pemerintah mempercepat penanganan bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucap Teddy.

Sementara, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, paket bantuan dari Presiden akan segera didistribusikan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak gempa. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan logistik pada tahap awal penanganan bencana.

“Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” tegasnya.

Penanganan pemerintah tidak hanya berfokus pada distribusi sembako. Sejumlah kebutuhan dasar lainnya juga disiapkan, mulai dari makanan dan minuman, air bersih, tenda atau tempat perlindungan, genset, hingga berbagai perlengkapan darurat.

Dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan, pemerintah juga memanfaatkan stok logistik yang tersedia di daerah sekitar lokasi bencana. Kementerian Sosial (Kemensos) dalam satu hingga dua hari mendatang akan menggeser sejumlah persediaan dari kabupaten tetangga yang mengalami dampak lebih ringan atau tidak terdampak gempa.

Salah satu daerah yang memiliki cadangan logistik adalah Flores Timur. Di wilayah tersebut, Kemensos dan BNPB masih memiliki persediaan kebutuhan dasar di gudang logistik yang dapat segera dialokasikan bagi korban gempa.

Stok tersebut sebelumnya dipersiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Namun, melihat kondisi terkini, pemerintah memutuskan sebagian persediaan tersebut dialihkan untuk mendukung penanganan gempa.

“Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” jelas Suharyanto.

BNPB mencatat hingga saat ini gempa tersebut telah menyebabkan 38 orang meninggal dunia. Selain itu, dua warga mengalami luka berat dan 11 lainnya luka ringan. Sekitar 2.000 warga juga memilih mengungsi secara mandiri.

Baca Juga: Update Dampak Gempa Nagekeo NTT M 7,7: 47 Meninggal, 5 Ribu Mengungsi

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah yang dilaporkan mengalami dampak paling signifikan akibat gempa. Selain itu, Kabupaten Manggarai Timur juga termasuk daerah yang terdampak serius. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan