JawaPos.com - Pemerintah pusat menyalurkan bantuan logistik senilai Rp4,518 miliar dan 48 ton beras serta menerjunkan rombongan pejabat tinggi untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) malam.
Langkah tanggap darurat ini dilakukan atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak berjalan cepat dan efektif.
Rombongan terdiri dari Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohamad Syafii, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, serta Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus terbang menuju Labuan Bajo menggunakan pesawat Boeing TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/8) malam.
Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Darurat Korban
Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan, kehadiran jajaran pemerintah di lapangan bertujuan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi secara cepat dan tepat. Langkah-langkah tanggap darurat difokuskan pada pemulihan fasilitas dasar serta pasokan logistik.
"Tentunya di sana kita akan mengambil langkah-langkah ya, sekarang situasinya darurat, tentunya kita akan mengambil langkah-langkah darurat, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat nanti akan segera kita penuhi ya, mulai dari logistik, kemudian kebutuhan BBM, kebutuhan listrik, kebutuhan sinyal, dan lain-lain," ujar Agus Jabo di BaseOps SUMA 1 Lanud Halim Perdanakusuma.
Ia menambahkan, jajaran Kementerian Sosial berfokus pada penyediaan pasokan fisik yang krusial bagi para pengungsi di tempat penampungan sementara.
"Sesuai tugas Kemensos, dalam situasi darurat tentunya kita akan memberikan kebutuhan-kebutuhan darurat, seperti permakanan, tenda untuk pengungsi, pakaian, termasuk pakaian ibu, pakaian anak-anak, dan kebutuhan darurat yang lain," lanjutnya.
Koordinasi Wilayah dan Peninjauan Jalur Darat Nagekeo
Guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif, rombongan pemerintah mengagendakan rapat koordinasi bersama pemerintah provinsi serta pemerintah daerah setempat di Ende pada Minggu (16/8), sebelum bergerak menuju titik-titik lokasi terdampak.
Salah satu fokus perhatian utama pemerintah adalah Kabupaten Nagekeo yang dilaporkan mengalami tingkat kerusakan cukup parah akibat guncangan gempa.
"Kemungkinan kita akan jalur darat dari Ende ke Nagekeo, karena di sana cukup parah, termasuk kalau dimungkinkan kita akan mendatangi tempat-tempat lain," kata Agus Jabo.
Rincian Bantuan Logistik senilai Rp4,5 Miliar dan 48 Ton Beras
Sebagai langkah konkrit penanganan, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan beras sebanyak 48 ton untuk mengamankan ketahanan pangan warga.
Di samping itu, pengiriman bantuan logistik senilai total Rp4,518 miliar dari berbagai gudang buffer persediaan telah digerakkan secara bertahap sejak Sabtu siang.
Alokasi bantuan tersebut terdistribusi melalui beberapa jalur utama:
- Sentra Efata Kupang: Menyalurkan bantuan senilai Rp1,015 miliar menuju Kabupaten Nagekeo, berisi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, Kids Ware, dan tenda serbaguna.
- Gudang Dinsos Provinsi NTT: Mengirimkan bantuan senilai Rp541,6 juta untuk menopang penanganan di wilayah Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, serta tenda serbaguna.
Baca Juga: Pasca Gempa NTT: Dermaga Maumere Roboh, Kemenhub Uji Kelayakan Fasilitas
- Gudang Pusat Kemensos (Bekasi): Memproses pengiriman dua paket bantuan senilai hampir Rp3 miliar menuju Dinsos Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang, yang mencakup 6.000 paket makanan siap saji, perlengkapan tenda (gulung, keluarga, serbaguna, induk), kasur, selimut, makanan anak, sandang, shower kit, hingga dua set dapur umum lapangan. (*)