JawaPos.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memastikan pemerintah telah menyiapkan bantuan logistik untuk korban gempa M 7,7 di NTT senilai Rp 4,5 M. Bantuan akan segera disalurkan berdasarkan tingkat kebutuhan prioritas di lapangan. Pemeri
Ia menyatakan bahwa BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah juga tengah melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak.
“Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Budiman kepada wartawan, Sabtu (15/8).
Baca Juga: Gempa M 6,4 Guncang Simalungun Sumut, Terasa hingga Medan dan Aceh
Menurut Budiman, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani bencana tersebut.
Penanganan di lapangan saat ini juga melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.
Kementerian Sosial juga, kata Budiman, elah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp 4,5 miliar yang mencakup makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum.
Selain itu, ia menyebut bahwa Prabowo telah menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT untuk memusatkan koordinasi penanganan, sementara titik pengungsian sementara disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.
Budiman memastikan bahwa penanganan pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat.
“Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,” ucapnya.
Budiman juga meminta masyarakat NTT tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mengingatkan aktivitas gempa susulan masih mungkin berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan resmi dari BMKG dan petugas di lapangan,” ucapnya.
“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” pungkas Budiman.
Sebelumnya, korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8), bertambah menjadi 38 orang.
”Sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan,” ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara dalam jaringan (daring).
Diakui oleh Suharyanto, dampak gempa bumi yang terjadi pagi cukup besar. Laporan dari petugas di lapangan mencatat sebanyak 2.000 orang mengungsi secara mandiri.