JawaPos.com - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin dalam pidato di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 pada Jumat (14/8), menyematkan sebutan “Bapak Pembangunan Infrastruktur” kepada Joko Widodo (Jokowi).
Sikap Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kepada Presiden ke-7 RI itu diapresiasi Bustami Zainudin, anggota DPD/MPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung.
Menurut dia, penyebutan Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia bukan sekadar ungkapan penghormatan, melainkan memiliki dasar kuat. Ukurannya dari pembangunan yang berlangsung selama dua periode kepemimpinan Presiden Jokwoi (2014-2019 dan 2019-2024).
"Ada fakta yang bisa kita lihat dan rasakan di lapangan. Hampir di seluruh daerah, masyarakat merasakan hadirnya pembangunan infrastruktur selama beliau memimpin,” ujar Bustami kepada wartawan pada Sabtu (15/8).
Menurut anggota DPD dapil Lampung itu, pembangunan infrastruktur pada era Jokowi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi di berbagai daerah.
Baca Juga: Jokowi Beri Acungan Jempol usai Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan
Pembangunan jalan, jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan hingga infrastruktur pendukung lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.
Pembangunan tersebut memiliki arti penting bagi daerah, karena infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk membuka keterisolasian, memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ada daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kemudian aksesnya terbuka. Ada sentra produksi yang semakin mudah terhubung dengan pasar.
"Ini adalah warisan pembangunan yang manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah pemerintahan berganti,” kata Bustami.
Baca Juga: Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati-SBY Absen
Bustami menegaskan apresiasi terhadap capaian Presiden terdahulu seharusnya ditempatkan dalam perspektif kebangsaan. Setiap pemerintahan memiliki tantangan, kebijakan, dan capaian masing-masing yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Indonesia.
Oleh karena itu, memberikan penghargaan terhadap karya para pemimpin terdahulu bukan berarti mengabaikan kekurangan yang pernah terjadi, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi yang nyata sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan nasional.
Karya yang sudah baik dilanjutkan, disempurnakan, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Pembangunan Indonesia tidak boleh berhenti hanya, karena pergantian kepemimpinan. "Apa yang sudah menjadi fondasi harus kita rawat dan terus kita kembangkan,” tegasnya.
Baca Juga: Dokter Tifa Hijrah dari Polemik Ijazah Jokowi, Pilih Kembali Fokus ke Dunia Kesehatan
Selanjutnya, Bustami mengapresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang saat ini memimpin Indonesia. Harapannya, dapat terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada pemerataan serta melanjutkan fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh pemerintahan sebelumnya.
Kepemimpinan pasangan tersebut membawa semangat baru dalam mempercepat pembangunan nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di seluruh daerah.