← Beranda
Sinergi Antar Lembaga Kunci Jaga Stabilitas Keamanan Menjelang HUT Ke-81 RI
Muhammad RidwanKamis, 13 Agustus 2026 | 05.34 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di sela pertemuan di Mabes TNI. (Puspen TNI)

 

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan Polri dalam mengamankan seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Agustus 2026. Dalam rapat persiapan menjelang perayaan kemerdekaan, Listyo memastikan jajaran Polri berkomitmen menjaga seluruh kegiatan agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Pengamanan tidak dilakukan Polri secara mandiri. Jajaran kepolisian membangun koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN), kementerian dan lembaga terkait, hingga pemerintah daerah.

Sinergi antarlembaga tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan, mengingat berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI telah berlangsung di sejumlah wilayah.

Polri, TNI, dan BIN punya peran strategis

Analis politik dan hukum Boni Hargens, menilai koordinasi lintas-sektoral menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan berjalan aman. Menurutnya, masing-masing institusi memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam pengamanan agenda nasional tersebut.

Baca Juga: BRI Surabaya Tanggapi Gugatan Pemilik Lama Ruko Ngagel, Tegaskan Lelang Sesuai Aturan

“Skemanya kira-kira begini: Polri memimpin koordinasi keamanan, memantau situasi di lapangan secara real-time, serta mengawal seluruh tahapan rangkaian perayaan kemerdekaan dari pusat hingga daerah; TNI bersinergi dengan Polri dalam pengamanan wilayah strategis, mendukung stabilitas keamanan nasional, dan turut serta dalam pengawalan kegiatan resmi kenegaraan; BIN memberikan dukungan intelijen yang akurat dan tepat waktu untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan deteksi dini terhadap berbagai ancaman," kata Boni Hargens kepada wartawan, Rabu (12/8).

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama kementerian dan lembaga terkait juga memiliki peran dalam memastikan agenda perayaan kemerdekaan di daerah dapat berlangsung lancar.

Karena itu, ia memberikan apresiasi terhadap langkah Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mempersiapkan pengamanan HUT ke-81 RI.

Ia menilai koordinasi antara Polri, TNI, dan BIN diperlukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, baik menjelang maupun setelah puncak peringatan 17 Agustus.

"Komitmen dan keseriusan Polri dalam menjaga keamanan tak diragukan lagi. Koordinasi lintas-sektoral Polri dengan TNI dan BIN adalah kunci dalam menyukseskan agenda keamanan nasional di segala lini," ujarnya.

Meski demikian, Boni mengingatkan agar penguatan aspek keamanan tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap kebebasan sipil. Menurutnya, pengamanan kegiatan nasional tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat dalam negara demokrasi.

Keamanan harus berjalan seimbang dengan hak sipil

Boni menekankan pentingnya menjaga proporsionalitas dalam pelaksanaan tugas aparat keamanan. Menurut dia, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari kemampuan mencegah gangguan, tetapi juga dari sejauh mana hak-hak warga negara tetap dihormati.

Ia mengimbau seluruh institusi keamanan untuk memastikan langkah pengamanan tetap berada dalam koridor negara hukum dan prinsip demokrasi.

Koordinasi lintas-sektoral yang kuat, lanjut Boni, diharapkan bukan hanya mampu menciptakan situasi kondusif selama momentum HUT RI, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

"Semangat menjaga keamanan nasional dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kebebasan sipil dan nilai-nilai demokrasi yang telah berkembang dalam perjalanan bangsa Indonesia," pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan