JawaPos.com - Berdasar data setidaknya ada 12 juta lahan kritis di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmen untuk melakukan restorasi hutan dan ekosistem. Penegasan itu digauangkan kembali melalui Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan hutan dan ekosistem yang mengalami kerusakan. Peluncuran gerakan itu dia lakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke, Jakarta Utara, pada Senin (10/8). Dia mengaku, butuh langkah serius untuk merestorasi hutan dan ekosistem yang rusak.
”Hari ini saya launching Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak Dalam Rangka Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2026,” kata dia dikutip dari keterangan resmi Kemenhut.
Baca Juga: Siswi SMA Tewas Tertemper KRL di Jurangmangu, Diduga Sengaja Loncat
Menurut Raja Juli, restorasi yang dia sampaikan dalam acara tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pola penanganan yang sama seperti sebelumnya. Karena itu, instansinya akan menjalankab cara ekstra. Salah satunya melalui gerakan yang diluncurkan di Jakarta hari ini. Menurut dia, HKAN 2026 adalah momentum yang tepat memulai langkah serius tersebut.
”Bahwa sekarang kita mulai bergerak untuk melakukan pemulihan ekosistem, gerakan pemulihan ekosistem. Bahwa kita sekarang memang harus beranjak secara serius untuk melakukan restorasi ekosistem,” ujarnya.
Pejabat yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menyatakan bahwa pemerintah, khususnya Kemenhut, menyadari ada keterbatasan. Baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya. Karena itu, Kemenhut membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung proses restorasi hutan dan ekosistem Indonesia yang rusak.
Baca Juga: Jutaan Lahan Kritis di Indonesia, Kemenhut Tegaskan Komitmen Restorasi Hutan dan Ekosistem
Tidak hanya itu, Raja Juli juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi. Dia mengingatkan bahwa konservasi harus tetap memiliki semangat untuk mengerem kerusakan hutan yang berlebihan. Dari total 12 juta hektare lahan kritis di Indonesia, sebanyak 6,7 juta hektare diantaranya berada di kawasan hutan dan 1,27 juta hektare masuk area konservasi.
Kemenhut, lanjut dia, sangat bersyukur karena Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh percepatan restorasi hutan dan ekosistem di Indonesia. Dukungan itu tidak hanya disampaikan secara internal kepada Kemenhut, melainkan sudah diucapkan dalam forum internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu.