JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk memperkuat upaya perlindungan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Ia menekankan, pemerintah berkomitmen memastikan pencegahan karhutla berjalan secara optimal.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Presiden juga mengatakan kalau kurang anggaran ditambahkan agar negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Raja Juli Antoni, Jumat (7/8).
Ia mengingatkan, dampak karhutla tidak hanya merusak kawasan hutan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kebakaran hutan dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengganggu kegiatan belajar mengajar, menghambat aktivitas ekonomi, hingga mengganggu operasional transportasi udara.
“Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.
Raja Juli berharap, Indonesia mampu menekan jumlah kejadian karhutla pada tahun ini meskipun fenomena El Nino diperkirakan datang lebih awal sebagai dampak perubahan iklim. Ia optimistis berbagai langkah pencegahan yang telah disiapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran.
“Mudah-mudahan tahun ini angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengendalian karhutla, mulai dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api.
Mereka merupakan garda terdepan yang bekerja tanpa mengenal lelah untuk melindungi hutan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.
Keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada sinergi antarlembaga dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus diperkuat agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” pungkasnya.