JawaPos.com - Jumlah penduduk Indonesia semakin banyak. Sampai pertengahan 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat sudah menembus angka 290,1 juta jiwa.
Angka tersebut diperoleh dari data terkini Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pertumbuhan angka penduduk itu terjadi seiring dengan bonus demografi. Sebab, hampir 7 dari 10 penduduk Indonesia saat ini berada dalam rentang usia produktif. Sehingga dapat menjadi modal strategis untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dirjen Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi membeber data tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2026.
Baca Juga: Gelar Rakornas Dukcapil 2026, Kemendagri Perkuat Fungsi NIK dan IKD dalam Transformasi Digital
Dikutip dari laman resmi Kemendagri, Teguh menyebutkan Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026.
”Jumlah penduduk Indonesia tercatat mencapai 290.125.073 jiwa, meningkat 1.809.984 jiwa dibandingkan Semester II Tahun 2025 yang berjumlah 288.315.089 jiwa,” kata dia.
Dari angka tersebut, jumlah penduduk laki-laki mencapai 146.402.289 jiwa atau 50,46 persen, sedangkan perempuan sebanyak 143.722.784 jiwa atau 49,54 persen.
Teguh menekankan bahwa Data Kependudukan Bersih bukan sekadar angka statistik tanpa jiwa.
”Di balik setiap angka terdapat gambaran nyata mengenai kondisi bangsa sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan nasional yang tepat sasaran,” ujarnya.
Baca Juga: NIK dan IKD Kunci Transformasi Digital, Kemendagri Fokus Integrasikan dengan Layanan Publik
Teguh pun menjelaskan tren pertumbuhan penduduk Indonesia dalam beberapa semester terakhir relatif konsisten.
Rata-rata penambahan sekitar 1,7 juta jiwa setiap semester. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh angka kelahiran neto, angka kematian, perpindahan penduduk, serta penyempurnaan data.
Indonesia Masih di Fase Bonus Demografi
Kabar baiknya, Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi. Data menunjukkan penduduk usia produktif (15–64 tahun) mencapai 201.060.449 jiwa atau 69,30 persen dari total penduduk nasional.
Sementara penduduk usia muda (0–14 tahun) berjumlah 65.964.460 jiwa atau 22,74 persen, dan kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas) sebanyak 23.100.164 jiwa atau 7,96 persen.
”Artinya, ini adalah peluang besar yang tidak dimiliki semua negara. Bonus demografi merupakan modal utama menuju Indonesia Emas 2045,” terang dia.\
Baca Juga: Sekjen Kemendagri Harap Pamong Praja Muda IPDN Jadi Agen Perubahan di Daerah
Meski begitu, Teguh mengingatkan bahwa bonus demografi tidak otomatis menghasilkan kemajuan apabila tidak disertai kebijakan yang tepat.
Dia menyebut, bonus demografi bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, apabila penduduk usia produktif memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, layanan kesehatan yang baik, serta kesempatan kerja yang memadai.
”Sebaliknya, apabila peluang tersebut tidak mampu kita kelola, bonus demografi justru dapat berubah menjadi tantangan sosial dan ekonomi,” kata dia.