JawaPos.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama PT Jasa Raharja sepakat mempercepat pelayanan administrasi kendaraan. Pembahasan ini dilakukan kedua pihak dalam pertemuan di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (29/7).
Audiensi diterima oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo, serta dihadiri Komisaris Utama PT Jasa Raharja Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, jajaran direksi PT Jasa Raharja, serta PJU Korlantas Polri.
Wibowo mengatakan, kedua intitusi memiliki kerja sama yang baik. Sehingga, sepakat untuk melakukan peningkatan pelayanan publik.
"Tentunya kegiatan ini selain sebuah ajang tali silaturahmi yang sudah terjalin selama ini, juga tentunya ingin kembali kita bersinergi, berkolaborasi, terkait dengan beberapa singgungan tugas yang cukup erat antara Korlantas Polri dengan Jasa Raharja. Terutama di bidang pelayanan kesamsatan, juga terkait dengan bidang penanganan kecelakaan lalu lintas," kata Wibowo.
Baca Juga: Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN
Kerja sama ini meliputi pelayanan administrasi kendaraan bermotor melalui Samsat. Selain itu, upaya menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.
Polri akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Cara ini diharapkan bisa meningkatkan kepatuhan masyarakat.
"Pemanfaatan transformasi digital ini bukan hanya sekedar untuk memindahkan pelayanan dari loket ke sebuah aplikasi, tapi harus betul-betul bisa lebih mempercepat penanganan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas Polri juga menyoroti pentingnya upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat akan berdampak pada bertambahnya penggunaan moda transportasi, sehingga diperlukan langkah-langkah kolaboratif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
"Bagi kami, kecelakaan lalu lintas bukan sebuah takdir. Ini adalah hal yang sebetulnya bisa kita cegah dengan mengubah tata cara mengemudi dan membangun etika berlalu lintas. Ini adalah langkah yang harus kita benahi bersama-sama," pungkasnya.