JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melakukan inspeksi dadakan (sidak) di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7) dini hari.
Dalam video yang dibagikan di akun instagramnya @sudaru_sudaryono, Sudaryono tampak mengenakan kemeja biru muda khas BGN dalam sidak tersebut.
Tiba di SPPG Dapur Pasir Kuda 03, Bogor, pria yang akrab disapa Mas Dar itu langsung mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai standar operasional prosedur (SOP) dapur.
Sudaryono kemudian menginspeksi proses pengolahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur tersebut. Sontak, relawan yang disidak mengaku kaget akan kedatangannya.
"Bapak, Aku ke sini kamu ga tahu kan?," tanya Sudaryono.
"Enggak tahu sama sekali Pak," jawab seorang relawan.
"Jangan pucat begitu mukanya, ya," timpal Sudaryono.
"Merinding saya Pak," jawab relawan itu lagi.
Baca Juga: Panda Bond Perdalam Akses RI ke Pasar Domestik Tiongkok
Dikatakan Sudaryono, para relawan di dapur tersebut sedang menyiapkan menu sushi goreng. Selain mengecek proses pengolahannya, Sudaryono juga mengecek sejumlah infrastruktur lain seperti instalasi air, pembuangan limbah, hingga kebersihan dapur.
"Pekerja menjaga kebersihan secara baik. Saya minta kualitas ini terus dipertahankan," kata Sudaryono
Menurut Sudaryono, mengurus gizi anak butuh kesungguhan. Dia berpesan kepada semua kepala SPPG, pengawas gizi, akuntan, sampai juru masak, untuk mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dengan hati.
"Apakah semua sudah sempurna? Belum tentu. Pasti ada SPPG butuh perbaikan. Kami terus lakukan evaluasi. Saya mengundang teman-teman media juga seluruh masyarakat, Bila menemukan dapur bermasalah, silakan laporkan. Kami pasti tegur. Kalau menolak berbenah, dapur itu pasti kami tutup. Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga," ungkapnya.
Baca Juga: PSG dan Bayern Muenchen Kepincut Charles De Ketelaera, Atalanta Patok Harga Selangit
Dia juga menegaskan bahwa kedatangannya untuk sidak dapur SPPG hari ini bukan untuk marah-marah, melainkan memberi semangat kepada para relawan untuk bekerja.
"Kunjungan dapur bukan untuk marah-marah mencari kesalahan tapi memberi semangat selalu meningkatkan pelayanan," pungkasnya.