← Beranda
Daftar Lulusan SMA Taruna Nusantara dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
Syahrul YunizarKamis, 23 Juli 2026 | 01.48 WIB
Suasana khidmat menyelimuti pelataran SMA Taruna Nusantara (TN) di Magelang, Jawa Tengah, saat upacara Pembukaan Pendidikan dan Pelantikan Siswa Angkatan ke-36 digelar/(Istimewa).

 

 

JawaPos.com - SMA Taruna Nusantara (TN) kembali membuktikan taji pada Rabu (22/7). Dalam pelantikan 1.177 perwira remaja di Istana Merdeka, Jakarta, 3 di antara 4 lulusan terbaik peraih adhi makayasa dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) adalah alumni SMA TN.

Ketiga perwira remaja yang mendapat penghargaan secara langsung dari Presiden Prabowo Subianto itu terdir atas Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (AAL) yang juga lulusan SMA TN angkatan 27. Kemudian ada nama Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman (AAU) dan Harindra Arsandho Tegarbaja (Akpol).

Kedua nama terakhir adalah lulusan SMA TN angkatan 31. Sementara Calvin Tidar Sakti yang menjadi peraih adhi makayasa dari Akmil merupakan lulusan dari SMAN 2 Cimahi. Bagi Presiden Prabowo, alumni SMA TN memang istimewa. Itu tampak dari barisan pejabat tinggi sampai setingkat menteri dalam Kabinet Merah Putih.

Berdasar catatan ada beberapa menteri yang berlatar belakang alumni SMA TN. Salah satunya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau akrab dipanggil AHY. Dia merupakan lulusan SMA TN angkatan 5 pada 1997.

AHY bukan hanya moncer sebagai pejabat publik. Dia juga menjadi salah satu politisi potensial. Saat ini, AHY memimpin Partai Demokrat sebagai ketua umum (ketum). AHY adalah sosok penerus Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain SBY, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra adalah alumni SMA TN. Dia satu angkatan dengan AHY sebagai lulusan TN angkatan 5. Kemudian ada nama Prasetyo Hadi yang menjabat sebagai menteri sekretaris negara (mensesneg). Dia alumni SMA TN angkatan 6.

Sugiono dan Prasetyo Hadi sama-sama dikenal dengan dengan Presiden Prabowo Subianto sejak lama. Tidak heran, mereka berdua mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi strategis di Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Prabowo bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Nama yang juga dekat dengan Prabowo dan alumni SMA TN adalah Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya, dia tercatat sebagai alumni SMA TN angkatan 15. Selain itu, ada senior Teddy di SMA TN. Yakni Sudaryono yang baru saja dilantik menjadi kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dia adalah alumni SMA TN angkatan 11.

Bukan hanya di dalam Kabinet Merah Putih, sejumlah alumni SMA TN kini menduduki posisi strategis di TNI, Polri, BUMN, serta kementerian dan lembaga negara lainnya. Misalnya Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri serta Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha yang sampai saat ini bertugas sebagai komandan Paspampres.

Dari Gagasan LB. Moerdani Hingga Jadi Sekolah Unggulan

Untuk memastikan regenerasi pemimpin bangsa berjalan dengan baik, pemerintah mendirikan sekolah unggulan. Diantaranya adalah SMA Taruna Nusantara yang sudah lama berdiri dan Sekolah Garuda yang belum lama ini dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto.

SMA Taruna Nusantara berdiri sejak 1990 silam. Namun gagasannya dibawa oleh Jenderal LB. Moerdani sejak 1985. Sebagai menteri pertahanan dan keamanan saat itu, Moerdani sudah memikirkan pendirian lembaga pendidikan untuk mencetak generasi penerus bangsa.

Gagasan itu lantas ditindaklanjuti lewat penandatanganan nota kesepahaman antara TNI dengan Taman Siswa sebagai organisasi pendidikan pertama di Indonesia. Mereka kemudian membangun Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara atau LPTTN.

”SMA TN (Taruna Nusantara) diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata saat itu, Jenderal Try Sutrisno pada 1990,” bunyi keterangan dalam laman resmi SMA Taruna Nusantara yang dikutip pada Selasa (22/7).

Semula SMA Taruna Nusantara hanya ada 1 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Berdiri di atas lahan milik Akademi Militer (Akmil) yang juga berlokasi di Magelang. Luas awalnya 18,5 hektare. Namun terus bertambah hingga menjadi 23 hektare. Pertumbuhan itu seiring dengan perubahan zaman dan kebijakan.

SMA Taruna Nusantara yang awalnya hanya menerima siswa laki-laki, mulai 1996 menerima siswa perempuan. Untuk menarik minat putra dan putri terbaik bangsa dari seluruh daerah di Indonesia, LPTTN menawarkan beasiswa penuh kepada para siswa yang lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara.

”Namun, setelah krisis ekonomi dan perubahan politik pada tahun 1997, LPTTN mengalami kesulitan keuangan sehingga pada tahun 2001 menghentikan kebijakan beasiswa penuh,” lanjut keterangan tersebut.

Kini beasiswa penuh hanya diberikan kepada pelajar terpilih yang memang benar-benar memiliki kesulitan keuangan. Meski terjadi perubahan, spirit mencetak generasi penerus bangsa yang unggul tetap terjaga. Lulusan SMA Taruna Nusantara pun menghiasi pejabat dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Dilanjutkan Gagasan Presiden Prabowo Lewat Sekolah Garuda

Serupa dengan SMA Taruna Nusantara, setelah dilantik menjadi presiden, Prabowo Subianto menggagas Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC. Salah satunya dengan mendirikan Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Lewat program tersebut, pemerintah menarget 100 sekolah unggulan berlatar Sekolah Garuda.

Baca Juga: Profil Taruna Nusantara dan Sekolah Garuda, SMA Andalan Pemerintah untuk Cetak Pemimpin Bangsa

Program itu dijalankan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo pada 2024 sampai 2029 mendatang. Sekolah Garuda Baru dibangun dari nol, dengan standar-standar tinggi. Sementara Sekolah Garuda Transformasi diambil dari sekolah-sekolah unggulan yang saat ini sudah mencetak lulusan hebat dan berprestasi, SMA Taruna Nusantara termasuk dalam Sekolah Garuda Transformasi.

 

EDITOR: Kuswandi