← Beranda
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Asisten Presiden Sebut Prestasinya
Muhammad RidwanRabu, 22 Juli 2026 | 16.08 WIB
Nanik S. Deyang resmi menjadi kepala BGN setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin sore (8/6). Dia berjanji bakal efisien menggunakan anggaran MBG. (BPMI Setpres)

JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan, mengungkap berbagai kiprah dan capaian Nanik selama mengemban tugas memimpin BGN.

Dirgayuza mengatakan, dirinya telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014.

Selama lebih dari satu dekade, ia melihat sosok Nanik sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, terutama mereka yang menghadapi ketidakadilan.

Baca Juga: Nanik S Deyang Putuskan Mundur dari Kepala BGN, Alasannya Ingin Berobat ke Luar Negeri

"Saya mengenal Bu Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," kata Dirgayuza dalam unggahan pada akun media sosial Instagram, Rabu (22/7).

Menurut Dirgayuza, salah satu kontribusi penting Nanik terjadi saat mengungkap kasus tenaga kerja Indonesia Wilfrida Soik kepada Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tersebut kemudian membuka jalan bagi upaya pembelaan terhadap Wilfrida yang saat itu menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia.

Selain itu, Nanik juga disebut sebagai penggagas program becak listrik bagi pengayuh becak lanjut usia.

Bagi Dirgayuza, berbagai gagasan yang lahir dari Nanik selalu berangkat dari kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang kerap luput dari perhatian.

Baca Juga: Kepala BGN Nanik S Deyang Menghilang usai Audiensi dengan KPK soal Pencegahan Korupsi MBG

"Gagasan-gagasannya selalu lahir dari tempat yang sama: keberpihakan kepada mereka yang sering tidak terlihat," ucap Dirgayuza.

Karakter tersebut, lanjut Dirgayuza, turut dibawa Nanik saat memimpin BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Dalam waktu sekitar satu setengah bulan menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik dinilai mampu mengidentifikasi berbagai persoalan mendasar sekaligus meletakkan fondasi reformasi di tubuh lembaga tersebut.

Evaluasi 28.000 SPPG

Dirgayuza mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Nanik, BGN melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.

Dari hasil evaluasi tersebut, sekitar 3.000 dapur telah memperoleh klasifikasi A, B, dan C berdasarkan standar kualitas serta keamanan pangan.

Baca Juga: Sikap Jubir BGN Ketika Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang

"Saya mencatat di bawah kepemimpinan Bu Nanik, BGN mengevaluasi hampir 28.000 SPPG yang telah beroperasi. Sebanyak 3.000 dapur sudah diberikan klasifikasi A, B dan C berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan," ungkapnya.

Ia juga menyebut, Nanik menghentikan sementara ekspansi pembangunan dapur baru di wilayah yang telah padat, kecuali di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain itu, BGN menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi meski telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda.

"Ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara," beber Dirgayuza.

Selama masa kepemimpinannya yang singkat, jata Dirgayuza, Nanik juga disebut berhasil membentuk sebelas tim reformasi untuk memperkuat tata kelola BGN.

Baca Juga: Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Terkait Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

Ia turut mengarahkan refocusing Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih memprioritaskan balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa SD dan SMP, serta anak-anak di wilayah 3T.

Di bidang kelembagaan, Nanik melakukan penyegaran organisasi dengan mengganti lima pejabat eselon I.

Ia menggantinya dengan tenaga profesional yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan.

Ganti Eselon I dengan Tenaga Profesional

"Kemarin ia juga mengganti lima pejabat eselon I dengan tenaga profesional dari Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan," ujar Dirgayuza.

Menurut Dirgayuza, berbagai langkah tersebut dilakukan karena Nanik memahami visi Presiden Prabowo yang memandang Program MBG sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi masa depan Indonesia yang lebih berkualitas.

Baca Juga: Sebelum Ada 5 Pejabat Baru, 3 Pimpinan BGN Akui Tertatih-tatih Urus MBG

Ia juga menilai, Nanik memahami bahwa manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Saat pelaksanaan program sempat berhenti selama tiga pekan masa libur sekolah, petani, peternak, hingga pedagang pasar disebut merasakan dampak karena hasil produksi mereka tidak lagi terserap.

Dirgayuza juga mengenang kebiasaan Nanik yang selalu mengenakan sepatu kets saat bekerja.

Sepatu tersebut digunakannya ketika mengunjungi dapur MBG, meninjau sekolah, memeriksa kebersihan fasilitas, hingga menghadiri acara penghargaan di Istana Negara.

"Hari ini, ibu bersepatu kets itu pamit untuk berhenti sejenak," tutur Dirgayuza.

Baca Juga: BGN Kantongi Usulan Nama Dewan Pengarah, Waka Agustina: Belum Final 

Meski telah mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan, Dirgayuza mengatakan Presiden Prabowo tetap meminta Nanik terus memberikan perhatian terhadap perkembangan BGN.

Ia bahkan menyebut Nanik berkeinginan untuk kembali bertugas setelah kondisinya pulih.

"Presiden meminta Bu Nanik tetap mengawasi BGN. Saya yakin, setelah pulih beliau akan kembali dengan semangat yang sama, kritis, peduli, dan tetap "cerewet" demi anak-anak Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut, Dirgayuza menyampaikan doa agar Nanik segera pulih dan dapat kembali mengabdi bagi bangsa.

"Selamat berobat, Bu Nanik. Indonesia masih membutuhkan langkah Ibu," pungkasnya.

Baca Juga: BGN Pastikan Ribuan Motor Listrik Sitaan Korupsi MBG Bakal Dimanfaatkan

EDITOR: Bayu Putra