← Beranda
Indonesia Bangun Dua Kapal Selam Scorpene, PT PAL Percepat Produksi
AntaraSabtu, 4 Juli 2026 | 17.00 WIB
PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan Prancis Naval Group memulai proses first steel cutting pada Juli 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Indonesia mulai memasuki tahap pembangunan fisik dua unit kapal selam Scorpene. PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan Prancis Naval Group memulai proses first steel cutting pada Juli 2026.

Tahap tersebut dimulai lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan pada September tahun ini. Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa mengatakan, percepatan pembangunan fisik dilakukan setelah PT PAL bersama Naval Group menyelesaikan qualification section. Yakni tahap verifikasi yang memastikan kesiapan sumber daya manusia, proses manufaktur, fasilitas produksi, serta sistem pengendalian mutu sesuai standar pembangunan kapal selam kelas dunia.

”Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, memperkuat industri nasional, dan membangun ekosistem manufaktur teknologi tinggi yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Diana dilansir dari Antara.

Baca Juga: Gelar Sosialisasi di Jasa Raharja, BNN Ingatkan Modus Peredaran Narkoba Terus Berkembang

Menurut dia, keberhasilan menyelesaikan tahap tersebut menunjukkan proses alih teknologi telah berjalan efektif dan meningkatkan kemampuan insinyur Indonesia dalam menguasai teknologi manufaktur berpresisi tinggi. PT PAL telah mengirimkan puluhan insinyur ke fasilitas Naval Group di Prancis untuk mengikuti pelatihan intensif di berbagai bidang, mulai dari pengelasan, rekayasa konstruksi, sistem mekanikal, sistem kelistrikan, hingga pengendalian mutu.

”Kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan qualification section yang diverifikasi tim Naval Group,” ungkap Diana.

Proyek pembangunan dua kapal selam bertenaga baterai litium kelas Scorpene ini mulai proses pemotongan pelat baja perdana diajukan menjadi akhir Juli ini. Aktivitas produksi sepenuhnya tanggung jawab PT PAL.

Baca Juga: Cegah Kebakaran EV di Kapal, Profesor ITS Teliti Desain Keselamatan Operasional

PT PAL menyatakan percepatan produksi ini untuk memangkas linimasa pengiriman. Sesuai kontrak awal, kapal selam pertama ditargetkan rampung dalam waktu tujuh tahun, yaitu pada 2032 dan disusul unit kedua pada tahun kedelapan.

​”Kami tidak hanya bicara soal kecepatan, tetapi ketepatan mutlak. Spesifikasi kapal selam memiliki tingkat risiko sangat tinggi dengan toleransi kesalahan nol. Karakteristik strukturnya membutuhkan kelenturan material tinggi, sehingga tidak ada ruang untuk trial and error,” tandas Diana.

Pihak Naval Group memuji performa para welder Indonesia yang berhasil meraih predikat zero weld defect alias lulus dengan hasil sempurna tanpa cacat pengelasan.

”Capaian ini sangat krusial mengingat kapal selam modern dikerjakan secara handmade dengan tingkat ketelitian tingkat tinggi akibat keterbatasan ruang dan kerumitan sistem pipa,” ujar Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa.

Selain itu, puluhan teknisi dari Prancis juga akan diterjunkan langsung ke Surabaya. Mereka akan mendampingi seluruh proses manufaktur dari awal hingga akhir guna memastikan transfer teknologi berjalan mulus.

Project Director Scorpene Laksda TNI (Purn) Wiranto menjelaskan, dari sisi keunggulan taktis, kapal selam Scorpene bakal menjadi salah satu yang paling mematikan di kelasnya. Kapal selam tersebut mengadopsi sistem baterai litium mutakhir, menggeser teknologi baterai cair konvensional.

Baca Juga: Bukan Kemarau Biasa, BMKG Ungkap El Nino Kuat Intai Indonesia Hingga Oktober 2026

Selain dapat menyelam hingga berbulan-bulan, baterai menawarkan efisiensi tinggi, kebutuhan perawatan yang minim, serta usia pakai hingga dua kali lipat lebih lama. Dalam operasi tempur bawah air, keunggulan utama Scorpene tidak hanya terletak pada jenis penggerak, melainkan pada tingkat kesenyapan (silent), kualitas persenjataan, dan durasi operasi.

Karakteristik Scorpene yang sangat senyap membuatnya ditakuti bahkan oleh armada kapal induk maupun kapal selam lain. Sebab, posisinya yang sangat sulit dideteksi di medan operasi.

”Tingkat kesenyapan (silent mode) yang tinggi membuat kapal ini sangat sulit dideteksi, bahkan oleh armada kapal bertenaga nuklir sekalipun,” kata Wiranto.

Baca Juga: TNI Serahkan Jenazah Pilot PT AMA Air PK-RCY berkewarganegaraan AS kepada Keluarga

​Misi PT PAL tidak berhenti pada proses manufaktur. Sesuai amanat Presiden dan Kemenhan untuk membangun ekonomi pendukung pertahanan PT PAL tengah menyiapkan ekosistem maritim lokal secara terintegrasi.

PT PAL diproyeksikan menjadi pusat pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh bagi kapal-kapal selam di kawasan Asia. Saat ini, fasilitas docking repair kapal selam tercanggih se-Asia Tenggara dikebut pembangunannya di area galangan PT PAL. ​Fasilitas tersebut ditargetkan rampung dan melakukan integrasi sistem pada akhir tahun ini.

”Tahun depan, kami sudah siap melakukan reparasi mandiri untuk kapal-kapal selam yang dimiliki TNI AL. Jadi, kita tidak perlu lagi bergantung pada galangan luar negeri,” ujar dia.

Baca Juga: BGN Optimalisasi Data Penerima MBG ke 3B dengan BKKBN

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah