← Beranda
Gelar Public Expose Tahunan, GRIA Dorong Pengembangan Hunian Berkelanjutan
Taufiq ArdyansyahRabu, 1 Juli 2026 | 23.09 WIB
Public Expose Tahunan yang digelar di Grand Zuri BSD City, Tangerang Selatan, Selasa (30/6). (Dok. IST)

JawaPos.com – PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Pengembang properti tersebut mencatat pertumbuhan laba bersih 32,21 persen secara tahunan, seiring meningkatnya penjualan dan efisiensi operasional perusahaan.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Public Expose Tahunan yang digelar di Grand Zuri BSD City, Tangerang Selatan, Selasa (30/6). Kegiatan itu merupakan bagian dari pemenuhan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Public Expose dihadiri Direktur Utama GRIA Khufran Hakim Noor, Direktur Operasional Bambang Eko Prabowo, Direktur Keuangan Hugofeber Parluhutan, serta Corporate Secretary Eka Maolana Yusuf. Dalam kesempatan itu, manajemen memaparkan kinerja perseroan sepanjang 2025 sekaligus strategi bisnis dan prospek perusahaan pada 2026.

Direktur Keuangan GRIA Hugofeber Parluhutan mengungkapkan, laba bersih perseroan pada tahun buku 2025 mencapai Rp 7,65 miliar. Angka tersebut meningkat 32,21 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,79 miliar.

Di sisi lain, penjualan perseroan juga tumbuh menjadi Rp 69,06 miliar dari Rp 65,02 miliar pada 2024. Menurut Hugofeber, peningkatan tersebut didorong oleh efisiensi operasional serta kenaikan penjualan unit rumah yang dikembangkan perusahaan.

“Dengan pencapaian tersebut, kinerja keuangan perseroan semakin kuat dan stabil,” ujarnya.

Direktur Utama GRIA Khufran Hakim Noor menegaskan, perusahaan akan terus memperkuat bisnis dengan fokus menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Menurut Khufran, keterlibatan sektor swasta menjadi faktor penting untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.

Untuk mendukung target tersebut, GRIA terus meningkatkan kualitas bangunan, mengembangkan kawasan yang ramah lingkungan, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Selain itu, seluruh proyek perumahan GRIA kini mengusung konsep smart home. Setiap kawasan telah disiapkan dengan jaringan internet, air bersih, dan listrik yang terintegrasi sejak tahap perencanaan sehingga mampu mendukung aktivitas bekerja maupun belajar dari rumah.

“Pengalaman kami selama 13–14 tahun membuktikan bahwa 99,9 persen proyek kami bebas banjir dan tidak pernah kekurangan air,” kata Khufran.

Dia menilai prospek rumah subsidi masih sangat menjanjikan karena didukung berbagai stimulus pemerintah, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BP Tapera, maupun skema pembiayaan melalui Asabri bagi anggota TNI dan Polri. Di sisi lain, harga rumah subsidi juga dinilai masih relatif stabil.

Karena itu, Khufran mengajak masyarakat, terutama keluarga muda yang belum memiliki rumah pertama, memanfaatkan kuota rumah subsidi yang masih tersedia.

“Rumah subsidi memiliki bunga tetap hanya 5 persen dengan tenor hingga 20–30 tahun. Selain menjadi tempat tinggal, rumah juga merupakan aset yang nilainya terus meningkat sehingga dapat menjadi instrumen untuk melawan inflasi,” tuturnya.

EDITOR: Hendra