JawaPos.com - Mufli Budi Ananda mendapat sorotan publik luas setelah diketahui masuk dalam jajaran komisaris PT Krakatau Posco. Sosoknya selama ini dikenal publik sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, kini berada di jajaran pengawas perusahaan yang memiliki peran penting dalam industri baja nasional.
Masuknya Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris mendapat sorotan tajam dari publik karena latar belakangnya yang berbeda dari profil umum pejabat perusahaan industri berat. Banyak dari meragukan kompetensinya.
Namun secara struktur, posisi komisaris memiliki fungsi utama dalam hal pengawasan, pemberian arahan strategis, serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan bisnis.
Namun di balik perhatian terhadap salah satu komisaris PT Krakatau Posco adalah asisten Raffi Ahmad, perusahaan ini sejatinya bukanlah perusahaan baru. Perusahaan ini merupakan salah satu pemain besar dalam industri baja Indonesia yang dibangun melalui kerja sama antara PT Krakatau Steel (Persero) dari Indonesia dan POSCO dari Korea Selatan.
Baca Juga: Rumah Tangganya di Ujung Tanduk, Larissa Chou Dituding Selingkuh
Bergerak di Industri Baja Terintegrasi
PT Krakatau Posco bergerak di sektor industri baja terintegrasi atau integrated steel plant. Artinya, perusahaan ini tidak hanya mengolah produk akhir baja, tapi memiliki rangkaian proses produksi mulai dari bahan baku hingga menghasilkan produk baja yang siap digunakan berbagai industri.
Pabrik Krakatau Posco berlokasi di kawasan industri Cilegon, Banten, dan dikenal sebagai fasilitas baja dengan teknologi blast furnace pertama di Indonesia. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 3 juta ton baja per tahun berdasarkan informasi di laman website resminya.
Produk utama yang dihasilkan perusahaan ini antara lain baja lembaran atau steel plate yang digunakan untuk kebutuhan industri strategis seperti konstruksi, manufaktur, infrastruktur, energi, hingga sektor otomotif.
Keberadaan Krakatau Posco menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat industri baja dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor baja.
Proyek Besar Sejak Awal Berdiri
Pembangunan Krakatau Posco dimulai pada 2010 dan selesai dalam waktu sekitar 36 bulan. Perusahaan kemudian mulai melakukan produksi komersial pada 2014. Investasi ini menjadi salah satu proyek industri terbesar hasil kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.
Salah satu fasilitas utama perusahaan adalah blast furnace, teknologi peleburan baja yang memungkinkan produksi dilakukan dalam skala besar dengan efisiensi lebih tinggi.
Selain blast furnace, fasilitas produksi Krakatau Posco juga mencakup coke plant untuk menghasilkan kokas sebagai bahan bakar proses produksi baja, steel making plant untuk pengolahan baja cair, fasilitas pengecoran dan rolling untuk menghasilkan produk baja lembaran.
Dalam perkembangan terbaru, PT Krakatau Posco masih fokus pada penguatan operasional pabrik baja dan peningkatan kinerja bisnis. Perusahaan secara berkala merilis laporan kinerja dan informasi investor terkait operasional serta pengembangan bisnisnya.
Salah satu fokus industri baja global saat ini adalah transformasi menuju produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sejalan dengan tren tersebut, perusahaan baja besar dunia mulai mengembangkan teknologi rendah karbon untuk menekan emisi dari proses produksi baja.
Bagi Krakatau Posco, tantangan ke depan adalah menjaga daya saing di tengah persaingan baja global, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat kontribusi terhadap kebutuhan baja domestik.
Punya Peran Strategis di Industri Nasional
Krakatau Posco memiliki posisi strategis karena berada di sektor industri dasar. Baja menjadi material penting yang mendukung pembangunan nasional mulai dari pembangunan gedung, jalan, pelabuhan, kereta api, hingga berbagai proyek manufaktur.
Baca Juga: Lina Mukherjee Menikah dengan Orang Italia, Venue Biasa Digunakan Artis Hollywood dan Bollywood
Karena perannya tersebut, perusahaan ini menjadi salah satu aset penting dalam ekosistem industri Indonesia.
Dengan skala bisnis dan perannya dalam industri baja, PT Krakatau Posco menjadi salah satu perusahaan yang diperhitungkan dalam peta industri manufaktur Indonesia.