JawaPos.com – Unggahan seorang pengguna media sosial yang menampilkan foto seorang anak bersama pasangan gay viral di media sosial. Foto tersebut diduga menggunakan gambar anak milik orang lain tanpa izin untuk kepentingan narasi mengenai pengasuhan anak oleh pasangan gay.
Konten yang diunggah akun Threads bernama Rio Damar itu memicu kecaman dari banyak warganet. Salah satu yang menyoroti kasus tersebut adalah kreator konten, Ferry Irwandi.
Dalam unggahan yang beredar, akun tersebut menuliskan narasi mengenai “gay parenting” dan menyebut bahwa pasangan sesama jenis kerap mengadopsi anak-anak yang ditelantarkan oleh pasangan heteroseksual. Unggahan itu disertai foto dua pria bersama seorang anak yang wajahnya kemudian disamarkan dalam tangkapan layar yang beredar.
Ferry Irwandi pun mengecam keras tindakan mencatut foto anak orang lain untuk kepentingan narasi pribadi. Ia menilai tindakan tersebut sudah melewati batas.
“Sakit jiwa, tolol juga ada batasnya, itu ada foto anak orang lu masukin buat propaganda lu,” tulis Ferry dalam unggahannya, dikutip Sabtu (27/6).
Tak lama setelah unggahan Ferry viral, seorang pengguna akun bernama hanumtk yang diduga merupakan pihak keluarga anak dalam foto tersebut turut memberikan komentar dan meminta bantuan.
“KAAAA BANTUU SAYA KAAA,” tulis akun tersebut di kolom komentar.
Komentar itu kemudian mendapat perhatian warganet yang ikut mengecam dugaan penggunaan foto anak tanpa izin. Banyak pengguna media sosial menilai tindakan tersebut berpotensi merugikan anak dan keluarganya karena identitas serta foto anak digunakan dalam isu yang sensitif.
Unggahan Sudah Dihapus
Belakangan, unggahan yang menampilkan foto anak tersebut tampak telah dihapus dari akun Rio Damar. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Rio Damar terkait tudingan pencatutan foto anak tanpa izin tersebut. Sementara itu, perbincangan mengenai etika penggunaan foto anak di media sosial terus bergulir di berbagai platform.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa penggunaan foto anak di ruang digital memerlukan persetujuan dan perlindungan yang ketat, terutama ketika gambar tersebut digunakan dalam narasi atau kampanye yang dapat menimbulkan dampak bagi anak maupun keluarganya.