JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, mengingatkan mahasiswa yang terlibat dalam kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka agar tetap menjaga sikap kritis terhadap berbagai program pemerintah. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam agenda kenegaraan tidak boleh mengurangi independensi mereka sebagai kelompok intelektual.
Lalu menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan kehadiran mahasiswa dalam kunjungan kerja tersebut. Namun, ia menilai daya kritis mahasiswa harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.
"Sikap kritis mahasiswa tidak boleh dihentikan, itu menurut kami. Artinya mahasiswa juga memiliki pikiran terbuka, bisa melihat perkembangan dari program-program pemerintah yang akan dilaksanakan maupun yang sudah dilaksanakan," kata Lalu kepada wartawan, Jumat (19/6).
Legislator Fraksi PKB itu menegaskan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan. Karena itu, keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan pemerintah seharusnya menjadi kesempatan untuk memperoleh perspektif yang lebih luas, bukan justru menghilangkan ruang kritik.
Selain menyoroti kunjungan kerja yang melibatkan mahasiswa, Lalu juga merespons terkait pembubaran forum diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Senin (15/6) malam.
Tiga pejabat yang hadir dalam forum tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Ia berharap, polemik tersebut tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan. Menurutnya, tindakan mahasiswa dalam peristiwa itu kemungkinan dipengaruhi oleh situasi dan emosi yang berkembang saat kegiatan berlangsung.
Lalu menilai, insiden tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena para pejabat yang hadir juga telah menunjukkan sikap terbuka dalam menyikapi kejadian tersebut.
"Tapi saya rasa sudah nggak ada masalah kan, Mas Nusron, Mas Daryono, Mas Budiman juga sudah memahami itu," ujarnya.
Meski demikian, Lalu mengingatkan bahwa penyampaian kritik tetap harus dilakukan dengan cara yang santun dan mengedepankan etika. Menurutnya, prinsip tersebut berlaku bagi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Ia menegaskan, kritik merupakan bagian penting dari demokrasi, tetapi harus disampaikan secara konstruktif agar tujuan yang ingin dicapai dapat tersampaikan dengan baik.
"Bukan berarti mahasiswa tidak sopan, mahasiswa tidak santun, enggak. Yang saya maksud adalah semua harus menjunjung tinggi, baik mahasiswa maupun pemerintah," tegasnya.
Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur yang meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan, pada Kamis (18/6) hingga Minggu (21/6).
Dalam lawatan tersebut, Gibran turut mengajak lima perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sanata Dharma, dan Institut Seni Budaya Indonesia. Mereka berangkat menggunakan pesawat yang sama dari Lanud Halim Perdanakusuma.
Dalam forum diskusi bersama guru dan orang tua murid di SD Negeri Wolomoni, Kamis (18/6). Gibran menjelaskan bahwa kehadiran para mahasiswa tersebut bertujuan agar mereka dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah pelosok Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mengingat, banyak desakan dari mahasiswa agar program MBG dihentikan.
"Bapak ibu ini saya ajak Perwakilan dari mahasiswa. Kemarin banyak yang demo protes agar MBG ini distop, makanya hari ini mereka saya ajak ke area yang jauh dari Jakarta," pungkas Gibran.