← Beranda
Alasan Wapres Gibran Ajak 5 Mahasiswa ke NTT: Banyak Demo Minta MBG Distop, Makanya Saya Ajak
Muhammad Ridwan• Kamis, 18 Juni 2026 | 23.36 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dalam kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur, pada Kamis (18/6). (Satwapres)

JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dalam kunjungan kerjanya ke Desa Wolomoni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mahasiswa yang turut serta berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sanata Dharma, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).

Dalam forum diskusi bersama guru dan orang tua murid di SD Negeri Wolomoni, Kamis (18/6). Gibran menjelaskan bahwa kehadiran para mahasiswa tersebut bertujuan agar mereka dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah pelosok Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Bapak ibu ini saya ajak Perwakilan dari mahasiswa. Kemarin banyak yang demo protes agar MBG ini distop, makanya hari ini mereka saya ajak ke area yang jauh dari Jakarta," kata Gibran.

Baca Juga: Harga Eceran Tertinggi Minyakita Tak Naik, Tetap Rp 15.700 per Liter

Gibran juga meminta pandangan para guru dan orang tua murid mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski program tersebut belum berjalan di Desa Wolomoni, ia mendorong peserta diskusi untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.

"Bapak ibu ada yang tidak setuju mungkin dengan MBG? Nggak apa-apa ini kan diskusi bapak ibu. Kemarin saya dengan mahasiswa-mahasiswa yang demo itu bilang enggak setuju dan harus distop," ungkapnya.

Menurut Gibran, masukan dari masyarakat penting untuk memastikan bahwa program MBG benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akses dan layanan dasar.

Dalam dialog tersebut, Gibran menegaskan program MBG memiliki peran strategis dan perlu terus dilanjutkan, terutama untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak di wilayah 3T.

Baca Juga: Jelang Usia 100 Tahun, Persebaya Surabaya Tegaskan Komitmen Jadi Rumah untuk Semua

"Saya pribadi ini harus dilanjutkan terutama di daerah 3T," tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah kekurangan. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan tata kelola program agar lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Ia juga menyinggung kasus hukum yang menjerat pimpinan sebelumnya di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai momentum untuk memperkuat pengawasan dan mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan program.

"Saya sadar MBG masih banyak kekurangannya dan kemarin sudah kepalanya baru saja ditangkap. Ini ke depan harus lebih banyak lagi perbaikan, tata kelolanya diperbaiki biar lebih efisien. Jangan lagi ada pengadaan pengadaan barang yang tidak sesuai, dan yang paling penting praktek praktek korupsinya harus dihilangkan," bebernya.

Menurut Gibran, perbaikan tata kelola menjadi kunci agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di daerah yang membutuhkan dukungan gizi tambahan.

Lebih lanjut, Gibran menyatakan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan program MBG di SD Negeri Wolomoni. Pemerintah, kata dia, akan mendorong percepatan kesiapan fasilitas pendukung agar program dapat segera berjalan.

Baca Juga: Korban Terdampak Gempa Bumi Sulteng Bertambah Jadi 6.458 Jiwa, 79 Orang Luka-Luka

"Makanya kalau nanti dapurnya sudah siap, ini otomatis, kita percepat prosesnya karena saya yakin adek adek yang di belakang saya yakin butuh sekali yang namanya MBG. Saya yakin nanti akan meringankan beban ibu-ibu yang ada di sini," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur yang meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan, pada Kamis (18/6) hingga Minggu (21/6). Wapres bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.00 WIB.

Dalam lawatan tersebut, Gibran turut mengajak lima perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sanata Dharma, dan Institut Seni Budaya Indonesia. Mereka berangkat menggunakan pesawat yang sama dari Lanud Halim Perdanakusuma.

"Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa, kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua," pungkas Gibran di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (18/6) pagi.

EDITOR: Bintang Pradewo