← Beranda
Muhammadiyah Soroti Tata Kelola MBG, Dorong Pembenahan agar Program Tepat Sasaran
Muhammad RidwanKamis, 18 Juni 2026 | 14.04 WIB
Ilustrasi petugas SPPG di Jawa Timur sedang menyiapkan menu MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menjadi sorotan publik dan menuai beragam kritik, serta masukan dari berbagai kalangan, termasuk dari Muhammadiyah. Kondisi tersebut dinilai perlu dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh agar program strategis nasional tersebut berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), menegaskan komitmennya untuk mendukung sekaligus menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program MBG secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

"Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang baik serta sistem pengawasan yang akuntabel. Dengan demikian, tujuan besar yang ingin dicapai melalui MBG dapat diwujudkan secara maksimal," kata Direktur BPPGM M. Nurul Yamin dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

Ia menyatakan, dukungan Muhammadiyah terhadap program MBG juga ditopang oleh jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar luas di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Pengalaman panjang dalam pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk ikut menyukseskan program nasional tersebut.

Selain itu, keterlibatan Muhammadiyah berangkat dari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kemaslahatan umat sebagai bagian integral dari gerakan dakwah.

Ia menegaskan, MBG tidak hanya dipandang sebagai program penyediaan makanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Yamin, pemenuhan gizi yang memadai merupakan syarat utama dalam menyiapkan generasi yang sehat dan kompetitif di masa depan. Tanpa dukungan gizi yang baik, berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia akan menghadapi hambatan yang signifikan.

“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” ujarnya.

Ia menilai berbagai kritik dan dinamika yang muncul selama pelaksanaan MBG harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengelolaan program. Karena itu, Muhammadiyah terus mendorong peningkatan tata kelola, profesionalisme sumber daya manusia, serta pengawasan yang berkesinambungan.

Yamin menyatakan, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi standar dalam pengelolaan MBG di lingkungan Muhammadiyah.

Pilar pertama adalah keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Pilar kedua adalah penerapan tata kelola yang amanah dan profesional. Sementara pilar ketiga adalah pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari banyaknya penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas sistem yang dibangun untuk mendukung pelaksanaannya.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak

Karena itu, penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, serta transparansi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program tersebut.

"Muhammadiyah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi instrumen yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat upaya mencetak generasi Indonesia yang unggul, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya.

 

EDITOR: Kuswandi