JawaPos.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu (17/6). Untuk memperingati tahun baru Islam tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU KH. Ma'shum Faqih gowes bersama 1.000 pesepeda.
Kegiatan tersebut bisa menjadi salah satu bagian dari ikhtiar mengemas syiar Islam dalam agenda yang dekat dengan masyarakat. Lewat kegiatan bertajuk Gowes Muharram itu, KH. Ma’shum gowes bersama ribuan pesepeda asal Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Jombang, Gresik, Blora, hingga Rembang.
”Alhamdulillah, peringatan 1 Muharram ini dilaksanakan dengan gowes bersama masyarakat. Ini momentum kebersamaan, kekeluargaan, mencari sehat, mencari berkah, sekaligus mempererat silaturahmi,” ucap KH. Ma’shum.
Menurut ulama yang akrab dipanggil Gus Ma’shum tersebut, Gowes Muharram diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Babat.
Ribuan pesepeda yang turut serta bertolak dari Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Babat sampai Kawasan Wisata Gunung Pegat, Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Tidak hanya gowes bersama, ribuan peserta juga mengikuti pembacaan sholawat dan tausiyah. Gus Ma’shum menyebut, agenda itu menjadi unik karena memadukan olahraga dengan nilai-nilai keagamaan.
Sehingga Gowes Muharram bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan juga menjadi ruang silaturahmi yang menggabungkan olahraga, olah rasa, dan olah pikir.
”Syiar Islam juga harus dekat dengan masyarakat. Tidak hanya melalui pengajian, tetapi juga melalui kegiatan yang menggembirakan, menyehatkan, dan mempererat persaudaraan,” imbuhnya.
Gus Ma’shum berharap, kegiatan serupa dengan Gowes Muharram bisa terus terselenggara untuk menghidupkan kembali semangat menyambut tahun baru Islam yang belakangan mulai terasa berkurang gaungnya.
Padahal, tahun baru Islam adalah momentum. Karena itu, dia ingin kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan.
”Ini bukan sekadar acara seremonial. Kami ingin menjadikannya kegiatan yang bermanfaat, menyehatkan, memperkuat silaturahmi, sekaligus menjadi syiar Islam yang menggembirakan. Insyaallah akan terus berlanjut jika antusiasme masyarakat tetap tinggi,” ucap dia.
Khusus agenda kali ini, antusiasme masyarakat cukup tinggi meski persiapan hanya beberapa hari. Selain menyuguhkan panorama alam Gunung Pegat, dalam kegiatan tersebut panitia juga membagikan berbagai hadiah, termasuk hadiah utama berupa paket umrah gratis.
Setibanya di lokasi tujuan, seluruh peserta juga disambut makanan khas Sego Gunung setibanya di garis finis.
Sebelumnya diberitakan bahwa, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama mengumumkan bahwa 1 Muharram 1148 Hijriah atau tahun baru Islam jatuh pada Rabu (17/6), bukan Selasa kemarin (16/6) sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur nasional.
Pengumuman itu disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui akun media sosial resmi Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama pada Senin malam (15/6).
Dalam unggahan tersebut ditegaskan bahwa 1 Muharram 1448 Hijriah bukan hari ini.
”Pengumuman awal bulan Muharram 1448 H, 1 Muharram 1448 H Rabu Kliwon 17 Juni 2026 M (mulai malam Rabu) atas dasar istikmal,” tulis pengelola akun tersebut.