← Beranda
Bawa Bom Molotov, Polda Metro Jaya Tangkap 2 Orang Diduga Berniat Dompleng Demo Mahasiswa di Jakarta
Syahrul YunizarSabtu, 13 Juni 2026 | 01.54 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menunjukkan 2 orang terduga perusuh yang ditangkap pada Jumat sore (12/6) karena kedapatan membawa bom molotov. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polda Metro Jaya menangkap 2 orang di sekitar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat (Jakpus) pada Jumat sore (12/6). Mereka ditangkap karena kedapatan membawa bom molotov.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut, kedua orang tersebut diduga berasal dari kelompok perusuh yang sudah teridentifikasi oleh petugas kepolisian. Mereka berniat mendompleng aksi demo mahasiswa di Jakarta hari ini.

”Satgas Gakkum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi beberapa kelompok orang yang akan bergabung dengan kelompok aksi mahasiswa dan ini membawa molotov. Dan sudah diamankan 2 orang saat ini oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata dia kepada awak media.

Untuk memastikan asal-usul kedua orang tersebut, Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman. Tujuannya untuk mengetahui afiliasi kedua orang itu. Budi memastikan, polisi akan bertindak tegas dan tidak akan segan-segan terhadap kelompok tersebut.

Baca Juga: Imbas Demo Mahasiswa, Jalur Bundaran HI Menuju Semanggi Ditutup

”Polda Metro Jaya melalui Satgas Gakkum akan melakukan tindakan tegas bagi kelompok-kelompok yang mencoba merusak penyampaian aspirasi adik-adik mahasiswa tadi di muka umum. Jadi, itu di luar dari kelompok dari mahasiswa,” bebernya.

Saat ini, 2 orang tersebut sudah dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan secara mendalam. Mereka dibawa berikut dengan barang bukti berupa bom molotov. Berdasar foto yang ditunjukkan oleh Budi, keduanya mengenakan pakaian hitam-hitam.

”Diamankan di sekitar wilayah Bendungan Hilir sekitar pukul 15.30 WIB tadi. Ini masih dilakukan pendalaman pada 2 orang yang diamankan tadi,” ujarnya.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menegaskan kembali, sejak pagi hari Satgas Gakkum sudah melakukan profiling, monitoring, dan pemantauan terhadap kelompok yang diduga berniat mendompleng dengan merusuh di antara aksi demo mahasiswa hari ini.

”Dari pagi kami sudah memonitor dan sudah memprofiling, mengidentifikasi beberapa orang yang mencoba mendompleng di kegiatan penyampaian mahasiswa dalam aspirasi di muka umum,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan aksi demo mahasiswa di Jakarta hari ini bertambah dari 4.151 menjadi 6.088 orang. Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengingatkan instruksi untuk ribuan personel tersebut hanya satu komando.

Personel sebanyak itu terdiri atas 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel dari Polda Metro Jaya, dan 586 personel dari jajaran polres. Kepada ribuan personel tersebut, Komjen Asep mengingatkan tidak ada pergerakan yang dilakukan tanpa instruksi.

”Seluruh tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi,” ucap Asep pada Jumat (12/6).

Baca Juga: Pertanyakan Polisi Pegang Jabatan Sipil, Orasi Mahasiswa Ungkap 1 Juta Sarjana Nganggur

Perintah itu dia tegaskan saat memimpin Apel sebelum ribuan personel tersebut digelar ke titik tugas masing-masing. Dia juga menekankan agar jajarannya selalu mengedepankan komunikasi persuasif dalam menghadapi dinamika massa aksi di lapangan.

”Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, terukur, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Kelompok mahasiswa yang menyampaikan aspirasi hari ini, lanjut Asep, merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilayani dan dijaga. Karena itu, dia juga memastikan tidak ada anak buahnya yang membawa atau menggunakan senjata api dalam pengamanan aksi tersebut.

”Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan