JawaPos.com - Meski masih dihadang, mahasiswa tak habis akal menyarankan aksi protes mereka terhadap pemerintah. Sejumlah mahasiswa UI membawa sejumlah kertas yang berisi meminta pendapat para pengguna jalan.
Terdapat tiga kertas yang bertuliskan:
"Klakson kalau kalian sebel sama Prabowo Gibran (dalam bentuk foto)".
"Klakson kalau kalian cape bayar pajak mahal".
"Klakson kalo kalian cape jadi WNI".
Sambil memegang tulisan, mahasiswa menyinggung Presiden Prabowo yang sering kali kunjungan ke luar negeri.
Baca Juga: Massa BEM UI Dicegat ke Bundaran HI, Bus-bus Tertahan di Depan Gedung DPR RI
"Duit pajak kita cuma dipakai ke Prancis temen-temen. Klakson temen-temen, suarakan suara kalian," ujar salah satu mahasiswa beralmamater Universitas Indonesia.
Ketiga tulisan itu ditunjukkan kepada pengendara yang melintasi jalan Jendral Sudirman, Jumat (12/6). Tulisan itu pun direspon pengendara dengan membunyikan klakson mereka beramai-ramai. Suara itu pun dibalas dengan sorakan apresiasi dari ribuan mahasiswa.
"Terus klakson. Suarakan suara kalian," kata mahasiswa.
Ribuan Mahasiswa Dihadang Aparat Menuju Bundaran HI
Di balik aksi kreatif tersebut, situasi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sebenarnya masih memanas pada Jumat (12/6) sore. Langkah ribuan mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil yang hendak menggelar aksi unjuk rasa tertahan dan dicegat aparat gabungan di depan Gedung UOB. Diperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa tertahan di titik tersebut.
Baca Juga: Wacana Reformasi Jilid 2 Dianggap Bukan Solusi, Pengamat Ingatkan Pasar Keuangan Sangat Sensitif
Akibat pencegatan masif ini, arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin menuju arah Bundaran HI terpaksa ditutup total. Sementara itu, jalur arah sebaliknya masih dibuka oleh petugas, meski kondisinya terpantau padat merayap akibat menumpuknya kendaraan.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Athof, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan represif serta blokade sepihak yang dilakukan oleh aparat. Padahal, pihak mahasiswa mengklaim telah melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi damai di Bundaran HI. Namun, aparat di lapangan justru memaksa mereka untuk mengalihkan lokasi demonstrasi.
"Hanya kami berlima disini yang berhasil kesini. Semuanya dicegat. Tapi kita akan usahakan tetap aksi di Bundaran HI," ujarnya, Jumat (12/6).
Tolak Pengalihan Lokasi Aksi ke Gedung DPR
Ketegangan sempat meningkat ketika pihak kepolisian dan TNI berupaya membujuk massa agar mengalihkan lokasi unjuk rasa. Athof menambahkan bahwa ada upaya penggiringan opini dan pemaksaan dari pihak keamanan agar mahasiswa memindahkan titik orasi mereka ke depan Kompleks Parlemen. Namun, instruksi tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh aliansi mahasiswa.
"Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI," katanya.
Hingga menjelang malam, ribuan mahasiswa masih bertahan di lokasi perimeter penjagaan sembari terus menyuarakan tuntutan mereka terhadap kebijakan pemerintah saat ini.