JawaPos.com - Suasana di depan gedung DPR-MPR RI lengang dari massa aksi BEM UI yang sebelumnya dicegat aparat menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat. Namun begitu, tampak sejumlah bus jadul dan beberapa angkot terparkir di depan gedung DPR yang gerbangnya sudah tertutup rapat.
Tadinya, bus-bus ini digunakan massa dari kampus UI menuju Bundaran HI. Namun, pihak kepolisian mencegat massa di depan Gedung DPR RI sehingga mereka memilih untuk long march menuju Bundaran HI.
Sehingga, bus-bus dan angkot yang dicegat itu pun memilih memarkirkan kendaraannya di depan Gedung DPR RI.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, kawasan Senayan tampak normal seperti biasa. Tak ada aparat yang berjaga di depan gedung DPR RI. Hanya saja, beberapa tampak bersedia di sekitarnya.
Sementara kenek dan sopir pun bersantai di dekat bus-bus mereka.
Baca Juga: Video Trump Bergaya Naruto Dikritik, Jepang Tegaskan Aturan Hak Cipta dan Izin Pemilik Karya
Sebelumnya, Aksi unjuk rasa Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut yang dimotori oleh BEM Universitas Indonesia (UI) diwarnai pengadangan ketat oleh aparat kepolisian. Dari sekitar 1.000 massa aksi yang bergerak, hanya 5 mahasiswa yang berhasil menembus barikade polisi di sejumlah titik, Jumat (12/5).
Sisanya, ribuan mahasiswa tertahan dan dicegat polisi agar tidak bisa menjangkau titik aksi utama yang direncanakan di Bundaran HI.
Pantauan JawaPos.com di lokasi terlihat aparat kepolisian maupun TNI membuat barikade di sekitar Dukuh Atas.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan (Athof), menyatakan kekecewaannya atas tindakan represif dan blokade yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Menurutnya, mahasiswa sudah melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi di Bundaran HI, namun polisi memaksa mereka berdemo di lokasi lain.
Aksi pengadangan bahkan sudah terjadi sejak siang hari sebelum massa mencapai Semanggi, tepatnya di kawasan Dukuh Atas saat mahasiswa hendak menunaikan ibadah sholat Jumat.
"Kami, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut, ingin melakukan press release terkait penahanan dan blokade serta represivitas yang dilakukan oleh polisi kepada kami. Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI," ujar Athof di kawadan Bundaran HI, Jumat (12/6).
Baca Juga: Alasan BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI: Di Istana dan DPR Tidak Pernah Didengar Pemerintah
"Pada pukul 12.00 kurang 5 menit siang, kami tepatnya di Dukuh Atas, ditahan oleh polisi. Saat itu, kami sedang ingin menjalankan ibadah salat Jumat. Di mana hal itu telah diatur dalam Undang-Undang 1945 Konstitusi dan juga Pancasila," lanjutnya.