← Beranda
Siaga Darurat Karhutla di Jambi, BNPB Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca Sampai 12 Juni
Syahrul YunizarSenin, 8 Juni 2026 | 01.44 WIB
BNPB melaksanakan OMC di Jambi sampai 12 Juni mendatang. Tujuannya untuk mencegah terjadinya karhutla. (BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jambi mulai 5-21 Juni mendatang. Operasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut diambil setelah BNPB melihat potensi penurunan curah hujan seiring masuknya musim kemarau. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sudah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 27 April lalu.

Status tersebut berlaku sampai 31 November 2026. Dengan adanya potensi karhutla dan penetapan status tersebut, gubernur Jambi meminta dukungan BNPB untuk OMC di wilayahnya.

Ikhtiar tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pencegahan dan meminimalkan terjadinya karhutla.

”Operasi BNPB di wilayah Jambi yang melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan TNI AU dipusatkan di Bandara Sultan Thaha Jambi,” kata dia pada Minggu (7/6).

Berdasar laporan yang diterima oleh BNPB, pesawat dan bahan baku OMC sudah berada di Jambi pada Jumat lalu (5/6).

Pada hari yang sama, satu sorti penerbangan OMC dilaksanakan untuk menyemai garam sebanyak satu ton di awan yang berpotensi tumbuh menjadi awan hujan.

”OMC berlangsung di sekitar wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi. Pascaoperasi, hujan terjadi di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi,” jelasnya.

Sehari kemudian, pada Sabtu (6/6), OMC kembali dilakukan oleh BNPB dengan jumlah satu sorti. Operasi penyemaian berlangsung di atas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat hingga terpantau turun hujan di daerah tersebut.

Sebelumnya, BNPB Letjen TNI Suharyanto sudah menyampaikan bahwa Jambi adalah salah satu daerah prioritas dalam penanganan karhutla.

”Langkah-langkah yang dilakukan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan kombinasi dari pencegahan dan pemadaman. Untuk operasi pemadamannya dititikberatkan kepada satgas darat ketika api sudah ada. Sebelum api banyak perlu dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk membasahi gambut sehingga sulit terbakar dan apabila sudah terjadi kebakaran lebih mudah untuk dipadamkan,” terang dia.

Selain OMC, musim kemarau yang berpotensi memperburuk bencana asap akibat karhutla juga menjadi atensi. Karena itu, BNPB menekankan kembali kepada semua terkait dengan instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla.

BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan dan pertanian bekerja sama dalam upaya pencegahan dini.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra