JawaPos.com - Dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menhan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani di Jakarta pada Selasa (2/6) turut ditandatangani kerja sama strategis antara industri pertahanan (inhan) Indonesia dan inhan Qatar.
Perwakilan inhan kedua negara, Republikorp dan Barzan Holdings, menyepakati joint venture dengan melahirkan inhan kolaborasi bernama Republik Barzan. Kesepakatan itu ditandatangani di hadapan Menhan Sjafrie dan Sheikh Saoud Al Thani di Kantor Kemhan.
”Republikorp dan Barzan Holdings menandatangani Perjanjian Joint Venture strategis yang menandai tonggak penting dalam penguatan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar,” kata Founder Republikorp Norman Joesoef.
Lewat perjanjian yang turut ditandatangani oleh Mohamed Alsadah selaku Chief Executive Officer Barzan Holdings, Indonesia dan Qatar akan mengembangkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis. Diantaranya senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan, dan kapal selam mini.
”Melalui Republik Barzan, Republikorp dan Barzan Holdings akan mengembangkan kapabilitas industri dan produksi strategis pada sejumlah sektor pertahanan utama, termasuk senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan (unmanned surface vessels), kapal selam mini (midget submarines), serta berbagai teknologi pertahanan canggih lainnya,” terang dia.
Menurut Norman, Republik Barzan akan menjadi entitas strategis yang hadir untuk mendorong kolaborasi pengembangan inhan antara Indonesia bersama Qatar. Kemitraan itu mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas inhan, mempercepat kolaborasi teknologi, serta mendukung kerja sama strategis jangka panjang antara kedua negara.
Menhan Sjafrie Teken MoU sebagai Jembatan Menuju DCA
Pada hari yang sama, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai jembatan menuju Defense Cooperation Agreement (DCA). Saat ini kedua negara tengah menyusun DCA sebagai pengikat hubungan kerja sama pertahanan.
”Hari ini ditandatangani MoU sebagai jembatan menuju DCA dan juga akan dilaksanakan satu MoU antara industri pertahanan di Indonesia dan industri pertahanan di Qatar untuk meningkatkan kerja sama kita yang lebih baik,” kata Sjafrie kepada awak media.
Sjafrie yakin, peningkatan kerja sama dengan Qatar bakal menghasilkan mutual benefit dan mutual respect di antara kedua negara. Sehingga di masa depan, Indonesia dengan Qatar bersama-sama memperkuat kapasitas pertahanan lewat kerja sama yang terjalin dengan baik.
”Selama ini kita bekerja sama baik (dengan Qatar) yang berkaitan dengan pelatihan, yang berkaitan dengan pendidikan, dan juga kaitan dengan industri pertahanan. Baik ini industri pertahanan darat dan industri pertahanan laut,” jelasnya.
Sebelum bertemu dengan Sjafrie, Sheikh Saoud sudah lebih dulu berjumpa Presiden Prabowo Subianto. Bukan hanya bertugas sebagai menhan, Saoud memang turut mengemban tugas sebagai deputi perdana menteri Qatar. Sehingga dia juga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
Pengembangan Inhan untuk TNI AD dan TNI AL
Terpisah, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa pertemuan antara Menhan Sjafrie dengan Menhan Qatar menghasilkan kesepakatan yang positif untuk kedua negara.
Dalam pertemuan itu, dibahas beberapa hal terkait dengan penguatan kerja sama pertahanan. Termasuk diantaranya yang menyangkut peningkatan mekanisme kerja sama pendidikan dan latihan militer. Kemudian Pertukaran kunjungan, forum dialog pertahanan, dan peluang kolaborasi industri pertahanan
”Salah satu agenda penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan dokumen kerja sama yaitu Statement of Intent kerjasama pertahanan antara Republik Indonesia dan Qatar, antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, sebagai tindak lanjut dari Letter of Intent,” jelasnya.
Selain itu, penandatanganan MoU kerja sama industri pertahanan antaran Barzan Holding Qatar dengan industri pertahanan di bawah Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kemhan. Kerja sama itu sangat strategis karena menyangkut alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk TNI AD dan TNI AL.
”Kementerian Pertahanan memandang hubungan Indonesia dan Qatar memiliki nilai strategis yang penting agar memiliki ruang kerja sama yang luas mulai dari pendidikan militer, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertahanan, dialog strategis, hingga industri pertahanan itu sendiri,” tegas Rico.