JawaPos.com – Program Makan Bergizi Gratis berpeluang diperluas hingga ke luar negeri. Salah satu yang tengah dijajaki adalah sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana usai mengunjungi sekolah Indonesia di Jeddah setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji, Minggu (31/5).
“Saya diminta datang ke Sekolah Indonesia di Jeddah, di situ ada 1.081 anak-anak pekerja migran,” terangnya.
Menurut dia, anak-anak yang bersekolah di sekolah Indonesia di Jeddah antusias menunggu kehadirannya.
Baca Juga: Evaluasi Program MBG: BGN Pernah Suspend 8.182 Unit SPPG, 2.213 SPPG Masih Belum Aktif
“Dan mereka spontan ingin menikmati program (MBG) yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia,” terangnya di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, dikutip Selasa (2/6) Waktu Arab Saudi.
Karena itu, ia datang langsung untuk melihat dan menyerap aspirasi para siswa di sekolah tersebut.
Menurut Dadan, para pelajar Indonesia di Jeddah cukup mendapat informasi dari Indonesia mengenai program MBG.
Menurut Dadan, mereka sebagai WNI memiliki hak yang sama dan menginginkan juga program MBG dilaksanakan di Jeddah.
“Saya akan laporkan ke Presiden, apakah memungkinkan kita membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah Indonesia di Jeddah,” tuturnya.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga dan Produksi Melimpah, SPPG Diwajibkan Tambah Porsi Telur di Menu MBG
Saat ini, ada dua sekolah Indonesia di Arrab Saudi. Selain di Jeddah yang diisi oleh 1.081 siswa, ada pula sekolah Indonesia di Makkah yang memiliki 400 siswa.
“(Menunya) akan disesuaikan dengan (menu) local. Nanti aka nada satuan pelayanan pemenuhan gizi yang dibangun dan memberikan makan pagi atau siang di sekolah tersebut,” jelas Dadan.
Seluruh mekanismenya akan sama seperti di Indonesia. Mullai dari Pembangunan SPPG hingga pembuatan rekening Bersama terkait pembayaran makanan.
Namun, dia enggan berbicara lebih jauh, termasuk soal target. Karena ini harus lebih dahulu mendapat persetujuan presiden untuk bisa dilaksanakan.
Yang jelas, bila program ini disetujui dan berjalan mulus, artinya perluasan MBG di beberapa negara lain juga berpeluang bisa diwujudkan.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga dan Produksi Melimpah, SPPG Diwajibkan Tambah Porsi Telur di Menu MBG
Dia mencontohkan di Malaysia, di mana banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja di Perkebunan negeri jiran.
Program ini, bila terlaksana, butuh koordinasi antara pihaknya dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pekerja Migran Indonesia.