← Beranda
Armada TNI AU Bertambah, Indonesia Rampungkan Penerimaan Dua Airbus A400M
Dhimas GinanjarRabu, 20 Mei 2026 | 18.01 WIB
Pesawat angkut militer Airbus A400M baru milik TNI. (Airbus)
JawaPos.com - Indonesia resmi menerima unit kedua pesawat angkut militer Airbus A400M, menandai rampungnya seluruh pengiriman pesanan yang dilakukan pemerintah. Kehadiran armada baru ini memperkuat kemampuan strategis TNI Angkatan Udara dalam operasi militer hingga misi kemanusiaan.

Penyerahan pesawat dilakukan Airbus Defence and Space dalam seremoni yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Dengan pengiriman ini, Indonesia telah melengkapi dua unit Airbus A400M yang dipesan sejak November 2021.

Pengiriman tersebut juga tercatat lebih cepat dari jadwal awal yang telah disepakati. Ini menjadi percepatan penting di tengah kebutuhan penguatan alat utama sistem persenjataan nasional.

Pesawat ini akan dioperasikan TNI AU untuk berbagai kebutuhan strategis. Fungsinya tidak hanya terbatas pada operasi pertahanan, tetapi juga mendukung bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Kemampuan itu sudah sempat diuji lewat unit pertama Airbus A400M yang dikirim pada November 2025. Tak lama setelah diterima, pesawat tersebut langsung dikerahkan untuk mendukung bantuan kemanusiaan di Sumatera.

Respons cepat tersebut menjadi gambaran kemampuan operasional pesawat ini. Airbus A400M dirancang sebagai platform multirole yang bisa digunakan untuk berbagai misi mendesak.

Pesawat ini dikonfigurasi untuk misi angkut kargo, transportasi pasukan, evakuasi medis, hingga operasi kemanusiaan. Kapasitas angkutnya mencapai 37 ton untuk berbagai jenis muatan besar.

Muatan yang dapat dibawa termasuk helikopter, kendaraan militer, hingga bantuan logistik. Untuk misi rata-rata dengan beban 30 ton, Airbus A400M mampu menempuh jarak hingga 2.400 mil laut.

Dengan jangkauan tersebut, pesawat ini dinilai cocok untuk karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Mobilisasi logistik dari satu wilayah ke wilayah lain dapat dilakukan lebih efisien.

Keunggulan lain Airbus A400M adalah kemampuannya beroperasi di landasan pendek dan tidak beraspal. Fleksibilitas ini membuatnya relevan untuk misi di daerah terpencil atau kawasan terdampak bencana.

Airbus Country Representative for Indonesia, Jose Corcia mengatakan, “Kedatangan unit A400M kedua ini akan memungkinkan Indonesia menjaga tingkat kesiapan operasional yang tinggi, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dan kapabilitas operasionalnya dalam mendukung berbagai misi.”

Dengan tambahan armada ini, Indonesia masuk dalam daftar operator global Airbus A400M. Negara lain yang telah mengoperasikan pesawat ini antara lain Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Turki, Malaysia, hingga Kazakhstan.

EDITOR: Dhimas Ginanjar