JawaPos.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyiapkan program besar untuk memperkuat kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 12 ribu Kampung Nelayan Merah Putih secara bertahap, lengkap dengan bantuan ribuan kapal ikan bagi masyarakat pesisir.
Prabowo mengatakan nelayan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemerintah mulai mempercepat pembangunan kawasan pesisir dan desa nelayan.
“Para nelayan punya jasa besar dan kita ingin memperkuat peran para nelayan kita. Tahun ini kita akan bangun dan resmikan desa nelayan, kampung nelayan seperti ini totalnya 1.386 unit,” ujar Prabowo di Gorontalo, Sabtu (9/5).
Prabowo juga memastikan bahwa program tersebut akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Terlebih, kata Prabowo, pemerintah menargetkan pembangunan seribu kampung nelayan baru setiap tahun.
“Dan tahun depan kita akan bangun lagi seribu. Dan seterusnya kita akan bangun tiap tahun seribu, seribu, seribu,” imbuhnya.
Menurut Prabowo, Indonesia ke depannya akan memiliki sekitar 12 ribu kampung nelayan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Dia menyebut pembangunan kawasan nelayan menjadi pekerjaan besar, namun diyakini dapat diwujudkan secara bertahap.
Selain pembangunan kampung nelayan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 1.582 kapal ikan mulai tahun ini. Kapal-kapal tersebut nantinya akan dibagikan kepada kelompok nelayan melalui sistem koperasi.
Dia menjelaskan kapal yang disiapkan terdiri dari berbagai ukuran, mulai kapal kecil hingga kapal besar. Menurutnya, distribusi kapal akan diatur melalui koperasi nelayan agar pengelolaannya lebih terorganisir.
“Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah tiga puluh nelayan satu koperasi atau bagaimana, nanti kita beri kapal,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Ada Kampung Nelayan Merah Putih di Miangas, Target Rampung 5 Bulan Lagi
Prabowo menegaskan program tersebut juga bertujuan memperkuat kedaulatan maritim Indonesia. Pemerintah ingin hasil laut Indonesia lebih banyak dimanfaatkan oleh nelayan lokal, bukan kapal asing.
“Kita ingin, bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil,” tandasnya.