← Beranda
Terima Audiensi Taksi Green SM, Polri Tekankan Korparasi Punya Tanggung Jawab Cegah Kecelakaan
Syahrul YunizarSelasa, 5 Mei 2026 | 18.21 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menerima audiensi manajemen Taksi Green SM. (Polri)

 

JawaPos.com - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menerima audiensi manajemen Taksi Green SM. Kedua pihak membahas keselamatan dan tata kelola transportasi. Polri menekankan bahwa keselamatan dalam berlalu lintas tidak semata mengandalkan penegakan hukum.

Agus mengatakan, pelaku usaha transportasi mempunyai peran penting dalam menciptakan lalu lintass yang aman. Kesadaran ini yang terus dibangun oleh Polri dengan pihak swasta.

“Tidak bangga melakukan penegakan hukum, tapi akan senang ketika bisa kolaborasi dan komunikasi dengan mitra untuk mencari solusi terbaik,” ujar Irjen Agus, Selasa (5/5).

Dalam beberapa waktu terakhir taksi Green SM diketahui tengah disorot publik karena dianggap menjadi penyebab utama terjadinya tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Saat itu taksi Green SM tertemper KRL hingga membuat perjalan kereta di belakangnya terhenti sebelum akhirnya terjadi kecelakaan maut.

Baca Juga: DKI Jakarta Pastikan Kendaraan Listrik Tetap Bebas Pajak dan Ganjil Genap

Agus mengatakan, kecelakaan lalu lintas perlu dilihat melalui banyak aspek. Mulai dari faktor pengemudi atau human eror, kondisi kendaraan, manajemen perusahaan, hingga faktor jalan dan lingkungan.

“Tidak absolut kesalahan ada pada pengemudi. Bisa juga dari kendaraan atau manajemen. Bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Agus menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh setelah kecelakaan terjadi. Hasil analisis kecelakaan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola perusahaan transportasi.

Selain itu, Korlantas mendorong adanya sistem traffic attitude record untuk memantau perilaku pengemudi secara terintegrasi, termasuk data pelanggaran yang terekam melalui sistem tilang elektronik (ETLE). Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengemudi memiliki kompetensi sekaligus perilaku berkendara yang baik.

Kemudian pengemudi juga didorong menjalani pelatihan ulang melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC). “Dari sekitar 10 ribu pengemudi, perlu ada kontrol dan pembinaan. Bisa dilatih kembali agar lebih disiplin dan patuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Taksi Green SM Denny Gunawan mengatakan, perusahaan menyikapi serius kecelakaan yang baru-baru ini terjadi. Perwakilan telah dikirim untuk berkomunikasi dengan korban.

“Di saat yang sama kami turut simpati atas kejadian yang berlangsung. Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan,” kata Denny.

Dia mengakui ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan oleh perusahaan. Salah satunya adalah pembinaan pengemudi. Perusahaan tengah menyiapkan program pelatihan ulang untuk membangun budaya keselamatan sebagai prioritas utama.

Baca Juga: 24 Korban Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek Masih Jalani Perawatan, 76 Orang Boleh Pulang

“Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” tandasnya.

Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo-KRL

Kecelakaan kereta api terjadi pada Senin malam (27/4), di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL Commuter Line Cikarang yang sedang berhenti di stasiun.

KRL tersebut berhenti di stasiun karena di depannya terdapat KRL lain yang terhenti karena menemper taksi. Nahas, di saat yang bersamaan datang KA Argo Bromo Anggrek dan kecelakaan tak bisa dihindari.

Benturan keras terjadi pada gerbong paling belakang, yang merupakan gerbong khusus perempuan, menyebabkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka.

EDITOR: Sabik Aji Taufan