← Beranda
JK Klarifikasi Video Viral soal Maluku dan Poso, Sebut Ceramahnya Soal Perdamaian
AntaraMinggu, 19 April 2026 | 02.34 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah) dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

JawaPos.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla buka suara soal videonya yang viral saat ceramah di masjid di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari Jepang,” ujar pria yang akrab disapa JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

JK menjelaskan, ceramah itu ia sampaikan pada Ramadhan lalu di masjid kampus UGM.

“Artinya yang hadir hanya orang muslim, ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu,” katanya.

Baca Juga: Melihat Masjid Indonesia Pertama di Yokohama, Jusuf Kalla Ungkap Kekuatan Gotong Royong Lintas Negara

Dalam konferensi pers, ia juga menayangkan cuplikan video terkait konflik Maluku dan Poso karena menjadi salah satu bahasan ceramah yang viral di tengah masyarakat.

“Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, sebelum saya ingin menjelaskan, saya ingin perlihatkan dulu sekilas, karena anda masih muda, mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu,” katanya.

Ia menjelaskan, video tersebut hanya sebagian dari keseluruhan konflik. “Saya putarkan video dulu. Video ini hanya pembukaan konflik itu, belum intinya karena yang bisa diambil oleh jurnalis pada waktu itu hanya di kota,” jelasnya.

Setelah memutarkan video tersebut, JK menyatakan bahwa ceramah di UGM tersebut tentang perdamaian, bukan menista agama.

“Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah perdamaian, kurang lebih begitu,” katanya.

Baca Juga: Elite Golkar Sebut Pernyataan Jusuf Kalla Perlu Disikapi Hati-hati demi Stabilitas

Sebelumnya, JK berceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 atau dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah.

Ceramah tersebut bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.

Ceramah tersebut menjadi viral pada pertengahan April 2026, karena muncul potongan video ceramah yang dinarasikan sebagai statemen yang memecah belah bangsa.

JK bahkan dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya atas ceramahnya tersebut, terutama terkait pernyataan mati syahid. DPP GAMKI melaporkan JK pada 12 April 2026.

 Baca Juga: Jusuf Kalla Datangi Bareskrim Polri, Laporkan Rismon Sianipar dalam Kasus Penyebaran Hoaks

EDITOR: Bayu Putra