JawaPos.com – Muktamar XXI Mathla’ul Anwar resmi menetapkan KH. Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026–2031. Penetapan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi, sekaligus menandai dimulainya arah baru kepemimpinan dalam menjawab tantangan umat di era disrupsi global.
Jazuli Juwaini menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Dengan memohon ridho Allah SWT, saya menerima amanah ini dengan penuh kesungguhan. Insya Allah akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk kemajuan Mathla’ul Anwar ke depan,” kata Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulis, Selasa (14/3).
Sebagai Ketua Umum terpilih, Jazuli menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya. Menurutnya, kualitas SDM merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Baca Juga: Bintang Hitam Ghana Siap Bersinar di Piala Dunia 2026 Bersama Mantan Pelatih Real Madrid
“Penguatan SDM menjadi prioritas utama. Mathla’ul Anwar harus mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembenahan manajemen organisasi secara menyeluruh dengan pendekatan profesional. Struktur kepengurusan ke depan akan dibangun berdasarkan kapasitas dan tanggung jawab, guna memastikan efektivitas organisasi.
Jazuli turut menegaskan komitmennya untuk memperkuat tiga pilar utama Mathla’ul Anwar, yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial, sebagai basis gerakan dalam membangun peradaban umat.
“Risalah tiga pendidikan, dakwah, dan sosial akan kita kokohkan sebagai kekuatan utama organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Jazuli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas organisasi. Menurutnya, tantangan umat dan bangsa tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat.
“Ketidakpastian global tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Sinergi adalah kunci untuk menghadapi persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Dalam struktur kepemimpinan hasil Muktamar, KH. Embay Mulya Syarief ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah PBMA periode 2026–2031. Muktamar diselenggaran di Kota Serang, Banten, pada 11-13 April 2026.
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi. Berbagai isu penting dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan, kaderisasi, hingga respons terhadap dinamika global seperti digitalisasi, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi umat.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius 14 April 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
Ketua OC Muktamar XXI, Asep Rohmatullah, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
“Seluruh tahapan Muktamar berjalan sesuai rencana. Dinamika yang ada dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif,” tuturnya.
Muktamar ini juga menegaskan posisi Mathla’ul Anwar sebagai organisasi keagamaan yang memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan umat, khususnya melalui penguatan pendidikan berbasis madrasah, dakwah moderat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai kekuatan peradaban yang tidak hanya menjaga nilai, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.
“Ini bukan hanya pergantian kepemimpinan, tetapi momentum konsolidasi untuk memperkuat peran umat dalam membangun peradaban dan kemandirian bangsa,” pungkasnya.