← Beranda
11 Ilmuwan BRIN Masuk Daftar 2 Persen Peneliti Terbaik Dunia Versi Stanford University, Berikut Kiprah Mereka!
Tazkia Royyan HikmatiarSabtu, 22 November 2025 | 04.22 WIB
Ilustrasi ilmuwan (Freepik)

JawaPos.com - Sebelas ilmuwan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi masuk daftar Top 2 persen World Ranking Scientist versi Stanford University yang dipublikasikan oleh Elsevier. Prestasi ini langsung menempatkan para periset BRIN sebagai bagian dari ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

Pemeringkatan ini berdasarkan kualitas publikasi, jumlah sitasi, serta dampak jangka panjang karya riset mereka. Pengakuan internasional ini menegaskan bahwa inovasi riset Indonesia kini berada di garis depan dalam perkembangan ilmu pengetahuan global.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa arah riset nasional berada di jalur yang tepat.

“Peringkat bukan merupakan tujuan dari riset, tetapi bisa menjadi indikator bahwa apa yang dilaksanakan periset tersebut berada dalam jalur yang benar. Ini adalah motivasi bagi seluruh sivitas BRIN untuk terus berkarya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/9) lalu.

Handoko menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lahir tiba-tiba, melainkan hasil pembangunan ekosistem riset yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.

BRIN berkomitmen untuk memperluas kerja sama internasional agar semakin banyak karya ilmuwan Indonesia bergaung di dunia.

“Ke depan, BRIN akan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra internasional agar lebih banyak riset Indonesia yang diakui dunia,” tambahnya. Ia menutup dengan pesan bahwa ilmuwan hebat lahir dari dukungan ekosistem riset yang kuat dan semangat tidak menyerah.

Daftar 11 Ilmuwan BRIN yang Masuk 2 Persen Peneliti Terbaik Dunia Versi Stanford

Setyo Budi Kurniawan – Earth & Environmental Sciences

Ratih Pangestuti – Chemistry

Muhammad Reza Cordova – Biology

Andri Frediansyah – Clinical Medicine

Leonard F Wijaya – Biology

Angga Hermawan – Enabling & Strategic Technologies

Widya Fatriasari – Enabling & Strategic Technologies

Zulvikar Syambani Ulhaq – Clinical Medicine

Rezzy Eko Caraka – Artificial Intelligence & Image Processing

Agung Dwi Laksono – Clinical Medicine

Aswin Rafif Khairullah – Agriculture, Fisheries & Forestry

Prestasi ini melingkupi beragam bidang riset mulai dari kesehatan, lingkungan, teknologi informasi, pertanian, hingga kecerdasan buatan yang menunjukkan bahwa kontribusi riset Indonesia tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga menjadi solusi bagi tantangan global.

 Seperti apa dampak riset mereka?

1. Solusi Air Bersih Ramah Lingkungan – Setyo Budi Kurniawan (Earth & Environmental Sciences)

Dalam riset berjudul “Challenges and Opportunities of Biocoagulant/Bioflocculant Application for Drinking Water and Wastewater Treatment and Its Potential for Sludge Recovery”, Setyo Budi Kurniawan menyoroti masalah klasik pengolahan air: proses koagulasi-flokulasi yang selama puluhan tahun bergantung pada koagulan kimia berbasis logam.

Masalahnya, bahan kimia seperti aluminium sulfat dan ferric chloride dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, lingkungan, dan rantai makanan.

Dalam risetnya, Kurniawan pun menawarkan alternatif yang lebih aman: biokoagulan/bioflokulan dari tanaman, mikroba, dan limbah organik.

Meskipun harga bahan mentahnya kadang sedikit lebih mahal, biaya operasional total jauh lebih rendah karena lumpur hasil biokoagulan mudah terurai secara biologis. Temuan ini menjadi langkah strategis menuju teknologi air bersih yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

2. Senyawa Alga Laut untuk Kesehatan – Ratih Pangestuti (Chemistry)

Ratih Pangestuti turut menarik perhatian dunia lewat riset bertajuk “Biological activities and potential health benefits of sulfated polysaccharides derived from marine algae”. Ia meneliti sulfated polysaccharides (SPs), yaitu senyawa alami yang terkandung dalam dinding sel alga laut.

Berbagai senyawa SPs seperti fucoidan (alga coklat), carrageenan (alga merah), dan ulvan (alga hijau) terbukti memiliki potensi kesehatan luas.

Penelitian ini membuka peluang pengembangan produk kesehatan, obat-obatan, hingga skincare berbahan alga laut yang mendorong pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia dalam industri bernilai ekonomi tinggi.

Prestasi para ilmuwan BRIN ini menjadi momentum penting bagi masa depan riset Indonesia. Tidak hanya mengharumkan nama bangsa, mereka menunjukkan bahwa inovasi ilmiah Indonesia mampu memberi dampak nyata bagi dunia mulai dari lingkungan, teknologi, kesehatan, pertanian, hingga kecerdasan buatan.

BRIN menegaskan bahwa dukungan terhadap riset tidak akan berhenti. Target berikutnya: melahirkan lebih banyak peneliti Indonesia yang menjadi rujukan global, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terjun ke dunia ilmiah demi kemajuan bangsa.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah